| JudulFaktor Risiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Kecamatan Tawaeli |
| Nama: HAIRUL ANNISA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram, pertumbuhan janin dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil, baik sebelum dan selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Kecamatan Tawaeli. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan menggunakan pendekatan case-control study dengan matching usia dan jenis kelamin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak baduta 0-24 bulan di Kecamatan Tawaeli sebanyak 882 baduta, dan 47 diantaranya menderita BBLR dan jumlah responden keseluruhan sebanyak 94 baduta terdiri dari kelompok kasus 47 baduta dan kelompok kontrol 47 baduta dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian dari uji bivariat menunjukkan bahwa status anemia ibu saat hamil secara statistik tidak signfikan (p=0,996) OR 0,931 95% CI (0,523-2,723), kenaikan berat badan ibu signifikan (p=0,011) OR 8,311 95% CI (2,238-30,870), dan usia ibu juga signifikan (p=0,001) OR 5,961 95% CI (2,392-14,856). Pada hasil uji multivariat menunjukkan bahwa kenaikan berat badan (OR= 5,876 CI=1,494-23,117) nilai >1 yang artinya variabel tersebut merupakan faktor risiko terhadap kejadian BBLR, usia ibu juga merupakan faktor risiko terhadap kejadian BBLR dengan nilai >1 (OR=4,676 CI=1,804- 12,116). Kesimpulan dari penelitian ini adalah status anemia bukan termasuk faktor risiko terhadap kejadian BBLR, kenaikan berat badan selama kehamilan dan Usia ibu saat hamil merupakan`faktor risiko terhadap kejadian BBLR. Kata kunci : Berat badan lahir rendah, Status anemia, Kenaikan berat badan, dan Usia ibu |