| JudulAnalisis Kadar Vitamin C, Zat Besi Dan Aktivitas Antioksidan Kue Pie Berbahan Dasar Labu Siam (Sechium Edule) Dan Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Makanan Pencegahan Kejadian Anemia |
| Nama: DINDA REVOLINA HIJRIYAH KADEKOH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Anemia adalah penyakit yang diakibatkan karena kekurangan jumlah sel eritrosit sehat di dalam tubuh. Beberapa faktor penyebab kejadian anemia yaitu kehilangan darah, penurunan produksi sel darah merah, atau peningkatan kerusakan sel darah merah (hemolitik) yang merupakan mekanisme utama kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C, zat besi, dan aktivitas antioksidan pada kue pie berbahan dasar labu siam dan kelor sebagai pangan pencegah kejadian anemia dengan desain penelitian deskriptif observasi berbasis uji laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik duplo (dua kali). Kadar vitamin C dianalisis menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis, kadar zat besi menggunakan AAS, dan aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C berturut-turut F1, F2, F3 adalah 1,77 mg/100 g, 1,91 mg/100 g, dan 1,63 mg/100 g. Kadar zat besi masing-masing 3,21 mg/100 g, 4,80 mg/100 g, dan 5,70 mg/100 g. Aktivitas antioksidan (IC50) masing-masing formula yaitu 132.8 ± 0.2 ppm (sedang), 122.8 ± 1.4 ppm (sedang) dan 156.8 ± 0.3 ppm (Lemah). Kue pie berbahan dasar labu siam dan kelor, khususnya formula F3, berpotensi menjadi pangan pendukung pencegahan anemia, meskipun tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin C harian secara penuh. Disarankan penelitian lanjutan mengevaluasi kerusakan zat gizi akibat pemanasan, terutama vitamin C dan antioksidan, guna menentukan metode pemanggangan yang paling optimal dalam mempertahankan kandungan gizi produk. |