Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulHUBUNGAN PANTANGAN MAKANAN, KETAHANAN PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KOTA PALUHUBUNGAN PANTANGAN MAKANAN, KETAHANAN PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KOTA PALUHUBUNGAN PANTANGAN MAKANAN, KETAHANAN PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KOTA PALU
Nama: IVASILFIA ISLAMIYAH
Tahun: 2026
Abstrak
Ivasilfia Islamiyah. Hubungan Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan dan Aktifitas Fisik pada Ibu Hamil dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu (di bawah bimbingan oleh Ummu Aiman, S.KM., M.Kes) Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang masih banyak ditemukan dan berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK menggambarkan asupan energi dan protein yang tidak adekuat. Salah satu indikator untuk mendeteksi risiko KEK adalah dengan melakukan pengukuran LiLA. Nilai ambang batas yang digunakan <23,5 cm yang menggambarkan risiko kekurangan energi kronis pada kelompok wanita usia subur. Pada proses kehamilan diperlukan asupan energi yang cukup dan asupan gizi yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil merupakan salah satu aspek keberhasilan dalam pemenuhan status gizi bagi ibu yang sedang mengandung. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK yaitu Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan rumah tangga dan Aktifitas Fisik pada Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Talise. Jenis penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Talise dengan jumlah responden sebanyak 224 ibu hamil, menggunakan Teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara variable Pantangan Makanan (p=0,297) dan Ketahanan Pangan (p=1,00), dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK). Namun, pada variable Aktifitas Fisik ibu hamil terdapat hubungan (p=0,012). Oleh karena itu, di sarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi gizi berbasis budaya guna meluruskan mitos atau Pantangan Makanan yang dapat membatasi asupan gizi ibu hamil serta penguatan ketahanan pangan keluarga, dan pengaturan aktifitas fisik yang sesuai selama kehamilan untuk mencegah terjadinya Kekurangan Energi Kronis (KEK) Kata Kunci :Kekurangan Energi Kronis (KEK), Pantangan Makanan, Aktifitas Fisik, Ibu HamilIvasilfia Islamiyah. Hubungan Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan dan Aktifitas Fisik pada Ibu Hamil dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu (di bawah bimbingan oleh Ummu Aiman, S.KM., M.Kes) Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang masih banyak ditemukan dan berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK menggambarkan asupan energi dan protein yang tidak adekuat. Salah satu indikator untuk mendeteksi risiko KEK adalah dengan melakukan pengukuran LiLA. Nilai ambang batas yang digunakan <23,5 cm yang menggambarkan risiko kekurangan energi kronis pada kelompok wanita usia subur. Pada proses kehamilan diperlukan asupan energi yang cukup dan asupan gizi yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil merupakan salah satu aspek keberhasilan dalam pemenuhan status gizi bagi ibu yang sedang mengandung. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK yaitu Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan rumah tangga dan Aktifitas Fisik pada Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Talise. Jenis penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Talise dengan jumlah responden sebanyak 224 ibu hamil, menggunakan Teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara variable Pantangan Makanan (p=0,297) dan Ketahanan Pangan (p=1,00), dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK). Namun, pada variable Aktifitas Fisik ibu hamil terdapat hubungan (p=0,012). Oleh karena itu, di sarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi gizi berbasis budaya guna meluruskan mitos atau Pantangan Makanan yang dapat membatasi asupan gizi ibu hamil serta penguatan ketahanan pangan keluarga, dan pengaturan aktifitas fisik yang sesuai selama kehamilan untuk mencegah terjadinya Kekurangan Energi Kronis (KEK) Kata Kunci :Kekurangan Energi Kronis (KEK), Pantangan Makanan, Aktifitas Fisik, Ibu HamilIvasilfia Islamiyah. Hubungan Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan dan Aktifitas Fisik pada Ibu Hamil dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu (di bawah bimbingan oleh Ummu Aiman, S.KM., M.Kes) Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang masih banyak ditemukan dan berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK menggambarkan asupan energi dan protein yang tidak adekuat. Salah satu indikator untuk mendeteksi risiko KEK adalah dengan melakukan pengukuran LiLA. Nilai ambang batas yang digunakan <23,5 cm yang menggambarkan risiko kekurangan energi kronis pada kelompok wanita usia subur. Pada proses kehamilan diperlukan asupan energi yang cukup dan asupan gizi yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil merupakan salah satu aspek keberhasilan dalam pemenuhan status gizi bagi ibu yang sedang mengandung. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK yaitu Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan rumah tangga dan Aktifitas Fisik pada Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Talise. Jenis penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Talise dengan jumlah responden sebanyak 224 ibu hamil, menggunakan Teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara variable Pantangan Makanan (p=0,297) dan Ketahanan Pangan (p=1,00), dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK). Namun, pada variable Aktifitas Fisik ibu hamil terdapat hubungan (p=0,012). Oleh karena itu, di sarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi gizi berbasis budaya guna meluruskan mitos atau Pantangan Makanan yang dapat membatasi asupan gizi ibu hamil serta penguatan ketahanan pangan keluarga, dan pengaturan aktifitas fisik yang sesuai selama kehamilan untuk mencegah terjadinya Kekurangan Energi Kronis (KEK) Kata Kunci :Kekurangan Energi Kronis (KEK), Pantangan Makanan, Aktifitas Fisik, Ibu HamilIvasilfia Islamiyah. Hubungan Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan dan Aktifitas Fisik pada Ibu Hamil dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu (di bawah bimbingan oleh Ummu Aiman, S.KM., M.Kes) Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang masih banyak ditemukan dan berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK menggambarkan asupan energi dan protein yang tidak adekuat. Salah satu indikator untuk mendeteksi risiko KEK adalah dengan melakukan pengukuran LiLA. Nilai ambang batas yang digunakan <23,5 cm yang menggambarkan risiko kekurangan energi kronis pada kelompok wanita usia subur. Pada proses kehamilan diperlukan asupan energi yang cukup dan asupan gizi yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil merupakan salah satu aspek keberhasilan dalam pemenuhan status gizi bagi ibu yang sedang mengandung. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK yaitu Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan rumah tangga dan Aktifitas Fisik pada Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pantangan Makanan, Ketahanan Pangan dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Talise. Jenis penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Talise dengan jumlah responden sebanyak 224 ibu hamil, menggunakan Teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara variable Pantangan Makanan (p=0,297) dan Ketahanan Pangan (p=1,00), dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK). Namun, pada variable Aktifitas Fisik ibu hamil terdapat hubungan (p=0,012). Oleh karena itu, di sarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi gizi berbasis budaya guna meluruskan mitos atau Pantangan Makanan yang dapat membatasi asupan gizi ibu hamil serta penguatan ketahanan pangan keluarga, dan pengaturan aktifitas fisik yang sesuai selama kehamilan untuk mencegah terjadinya Kekurangan Energi Kronis (KEK) Kata Kunci :Kekurangan Energi Kronis (KEK), Pantangan Makanan, Aktifitas Fisik, Ibu Hamil

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up