Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS KADAR FLAVONOID DAN DAYA ANTIOKSIDAN PADA TEH DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon Aristatus) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL ALTERNATIF
Nama: ABIGAEL SINGKALI
Tahun: 2026
Abstrak
ABSTRAK Abigael Singkali. Analisis Kadar Flavonoid Dan Daya Antioksidan Pada Teh Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus) Sebagai Pangan Fungsional Alternatif (di bimbing oleh Dr. Try Ekawati Lukman, S.KM., M.si) Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung semakin meningkat akibat gaya hidup yang tidak sehat dan stres oksidatif yang dipicu oleh radikal bebas. Salah satu pendekatan preventif yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi pangan fungsional yang mengandung antioksidan tinggi. Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) diketahui memiliki kandungan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar flavonoid dan daya antioksidan pada berbagai formulasi teh daun kumis kucing sebagai alternatif pangan fungsional. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental laboratorium. Empat formulasi teh diuji, yaitu F0 (100?un kumis kucing), F1 (75?un kumis kucing + 25% madu), F2 (50?un kumis kucing + 50% madu), dan F3 (25?un kumis kucing + 75% madu). Kadar flavonoid dianalisis menggunakan metode kolorimetri dengan standar kuersetin (gQE/100g ekstrak), sedangkan daya antioksidan diukur dengan metode DPPH berdasarkan nilai IC?? (ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F0 memiliki kadar flavonoid tertinggi (3,9940 gQE/100g ekstrak) dan daya antioksidan terbaik (IC?? = 44,83 ppm), yang termasuk kategori sangat kuat. Uji statistik ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antara formulasi (p < 0,05). Ditemukan korelasi antara tingginya kadar flavonoid dengan kekuatan antioksidan. Penentuan takaran saji mengacu pada standar BPOM yaitu 2 gram per penyajian. Kesimpulannya, teh daun kumis kucing tanpa penambahan madu (F0) memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional alternatif yang dapat membantu menangkal radikal bebas penyebab penyakit degeneratif. Kata kunci: Teh kumis kucing, flavonoid, antioksidan, pangan fungsional, DPPH, IC??

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

kentangbet https://medwinsoft.com/