| JudulPENGARUH EDUKASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) MELALUI HEALTH EDUCATION INTERAKTIF TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PADA WANITA USIA SUBUR DI UPT BALAI PENDIDIKAN PELATIHAN KESEHATAN PROVINSI SULAWESI TENGAH |
| Nama: CAROLINE NATALIA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Latar belakang: Prevalensi wanita Indonesia yang melakukan SADARI masih tergolong rendah, hanya sekitar 46,3% yang melakukan SADARI, sementara 53,7?lum pernah melakukannya sama sekali. Studi pendahuluan di UPT Balai Pendidikan Pelatihan Kesehatan menunjukkan rendahnya praktik SADARI, hanya satu dari delapan pegawai yang melakukannya dan belum sesuai standar sementara lainnya belum rutin atau bahkan tidak mengetahui SADARI. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis pengaruh edukasi SADARI melalui health education interaktif terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan wanita usia subur di UPT Balai Pendidikan Pelatihan Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif, desain Quasi Experiment, dilakukan Agustus 2024 di UPT Balai Pendidikan Pelatihan Kesehatan dengan total sampling 40 wanita usia subur. Analisis menggunakan paired sample t-test untuk melihat perubahan sebelum–sesudah intervensi dan MANOVA untuk menilai pengaruh antar variabel. Hasil Penelitian: Hasil penelitian melalui uji paired sample t-test menunjukkan bahwa edukasi SADARI meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan secara signifikan (p < 0,05), peningkatan terbesar pada aspek tindakan. Hasil uji MANOVA semakin menguatkan hasil ini, dimana Nilai Pillai’s Trace sebesar 0.594, Approx. F 37.139, dan nilai signifikansi <0.001 menegaskan bahwa edukasi SADARI memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan. Kesimpulan: Edukasi SADARI berbasis metode interaktif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap lebih positif serta mendorong tindakan nyata wanita usia subur dalam melakukan SADARI. Saran: Edukasi SADARI perlu dilakukan rutin dengan pendampingan dan kerjasama dengan fasilitas kesehatan agar praktiknya berkelanjutan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami faktor yang memengaruhi konsistensi tindakan dalam jangka panjang. |