| JudulPENGARUH SOSIODEMOGRAFI, LITERASI DAN SELF IDENTITY TERHADAP SIKAP REMAJA TENTANG PERKAWINAN DINI DI KABUPATEN SIGI |
| Nama: NURHAVIVA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak NURHAVIVA. NIM P10224042. Pengaruh Sosio-Demografi, Literasi dan Self Identity Terhadap Sikap Remaja Tentang Perkawinan Dini Di Kabupaten Sigi Dibawah bimbingan Abd. Rahman dan Ratna Devi Latar Belakang: Perkawinan anak di Kabupaten Sigi menunjukkan trend peningkatan dari tahun ke tahun sejak 2020 hingga 2025. Pada tahun 2020, tercatat lonjakan signifikan, meningkat drastis pada 2023. Kenaikan ini dipicu oleh berbagai faktor seperti kehamilan di luar nikah, tekanan ekonomi, serta pengaruh media sosial, terutama di wilayah terpencil. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh sosiodemografi, literasi dan identitas diri terhadap sikap remaja tentang perkawinan dini di Kabupaten Sigi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian ini di laksanakan di 3 kecamatan di Kabupaten Sigi, Yaitu, Kecamatan Dolo Barat, Kecamatan Dolo Selatan, Kecamatan Marawola dengan sampel berjumlah 100 orang. Hasil Penelitian: Hasil Uji Wald Pendidikan Terakhir nilai sig (0.046), Pendapatan (0.048), Budaya (0.002), Literasi (0.035) dan Sel Identity (0.040) menunjukkan bahwa pendidikan, pendapatan, budaya, literasi, dan self identity berpengaruh signifikan terhadap sikap remaja terhadap perkawinan dini di Kabupaten Sigi. Budaya menjadi faktor paling dominan, disusul literasi, pendidikan, self identity, dan pendapatan, dimana remaja dengan kondisi tersebut memiliki peluang lebih besar untuk menolak praktik perkawinan dini. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, pendapatan keluarga, budaya, literasi, dan self identity berpengaruh signifikan terhadap sikap remaja terhadap perkawinan dini di Kabupaten Sigi. Remaja dengan pendidikan, literasi, dan pendapatan yang lebih baik, serta yang memiliki self identity kuat dan berada dalam budaya yang progresif, cenderung memiliki pemahaman lebih matang dan lebih mampu menolak praktik perkawinan dini. Saran: Peningkatan Pendidikan Remaja: Sekolah dan lembaga terkait perlu memperkuat program pendidikan kesehatan reproduksi dan pengembangan karakter untuk membentuk sikap kritis terhadap perkawinan dini. Kata Kunci: Sosio-Demografi, Sosio-demografi, Literasi, Self Identity, Sikap Remaja, Perkawinan Dini |