| JudulDETERMINAN KEJADIAN GASTRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGGANI |
| Nama: ASTRID WIDYAWATI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Gastritis merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi secara global maupun nasional. WHO melaporkan lebih dari 1,7 miliar kasus gastritis di dunia dengan insiden 1,8-2,1 juta kasus per tahun. Gastritis di Indonesia memiliki prevalensi yang cukup tinggi mencapai 40,8%, sedangkan di Kota Palu terjadi peningkatan jumlah kasus gastritis dari 9.690 kasus (2,66%) pada tahun 2023 menjadi 11.541 kasus (3,08%) pada tahun 2024. Puskesmas Singgani menjadi salah satu puskesmas dengan jumlah kasus tertinggi yaitu sebanyak 1.131 kasus (4,60%) pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian gastritis yang meliputi frekuensi makan, konsumsi kopi, tingkat stres, dan pola tidur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain case control dengan perbandingan 1:1 (matching umur) antara kelompok kasus dan kontrol, melibatkan 120 responden (60 kasus dan 60 kontrol) yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio (OR) dengan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi makan (OR= 4,008 p=0.000), konsumsi kopi (OR= 5,286 p=0,000), tingkat stres (OR=9,788 p=0,000), dan pola tidur (OR=4,349 p=0,006) merupakan faktor risiko yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian gastritis. Disarankan kepada Puskesmas Singgani untuk mengembangkan program edukasi dan konseling berkala mengenai pencegahan gastritis yang berfokus pada keteraturan waktu makan, pembatasan konsumsi kopi berlebihan, pengelolaan stres, dan penerapan pola tidur yang baik, serta meningkatkan deteksi dini dan edukasi tanda dan gejala gastritis guna menurunkan kejadian gastritis di wilayah kerjanya. Kata Kunci : Gastritis, Gaya Hidup |