| JudulFaktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Pegawai Bank Mandiri KC Palu Samratulangi . |
| Nama: DIAH INDRI ASTUTI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK DIAH INDRI ASTUTI. Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Pegawai Bank Mandiri KC Palu Samratulangi (di bawah bimbingan Muhammad Sabri Syahrir & Muhammad Aji Satria). Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang terjadi akibat penekanan saraf medianus di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan, yang mengakibatkan gejala nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada tangan dan jari. Penelitian ini mendesak untuk dilakukan mengingat sekitar 1,71 miliar orang secara global hidup dengan gangguan muskuloskeletal, di mana data Sulawesi Tengah mencatat terdapat 7 kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada semester pertama tahun 2023, namun tingkat pelaporan CTS di Kota Palu masih sangat rendah meskipun pegawai bank memiliki risiko tinggi akibat aktivitas berulang dan postur kerja yang tidak ergonomis. Sampel penelitian ini sebanyak 68 pegawai yang ada di Bank Mandiri KC Palu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. melalui teknik puporsive sampling inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara usia > 30 tahun (p=0,004), jenis kelamin perempuan (p=0,015), masa kerja ? 4 tahun (p=0,006), serta gerakan berulang ?20 kali per menit (p=0,015) dengan kejadian CTS pada responden, sementara Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,857). Kesimpulannya: faktor usia, jenis kelamin, masa kerja dan gerakan berulang merupakan determinan utama kejadian CTS, sehingga disarankan bagi instansi untuk menerapkan prinsip ergonomi, seperti menyediakan keyboard split dan mouse vertikal, mewajibkan pegawai melakukan istirahat berkala setiap 30–60 menit disertai peregangan otot, serta menyediakan edukasi dan pemeriksaan Phalen serta Tinel test secara berkala melalui kerja sama dengan instansi kesehatan. Kata kunci : CTS, Gerakan Berulang, Pegawai bank. |