| JudulHubungan Karakteristik Pekerja Dengan Tindakan Tidak Aman Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Di PT Pelindo Terminal Petikemas Pantoloan |
| Nama: AHMAD VAIZY |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Tindakan tidak aman (unsafe action) adalah perilaku pekerja yang menyimpang dari prosedur keselamatan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja. Jumlah kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 234.270 kasus pada tahun 2021. Pada periode JanuariāAgustus 2025, tercatat tiga kasus kecelakaan di PT Pelindo Terminal Petikemas Pantoloan. Perilaku tidak aman dipengaruhi oleh faktor individu, seperti umur, masa kerja, tingkat pendidikan, dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan tindakan tidak aman pada tenaga kerja bongkar muat di PT Pelindo Terminal Petikemas Pantoloan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 474 tenaga kerja, dengan sampel sebanyak 83 responden yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square untuk variabel umur, masa kerja, dan tingkat pendidikan, serta uji Spearman untuk variabel pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tidak berhubungan signifikan dengan tindakan tidak aman (p = 0,870). Tingkat pendidikan berhubungan signifikan (p = 0,046). Masa kerja berhubungan signifikan (p = 0,000). Pengetahuan juga berhubungan signifikan (p = 0,000) dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,432). Disarankan perusahaan meningkatkan pelatihan keselamatan kerja, sosialisasi prosedur K3, serta pengawasan berkelanjutan untuk mengurangi tindakan tidak aman dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kata Kunci: Keselamatan Kerja, Masa Kerja, Pengetahuan, Pendidikan,Tindakan Tidak Aman, Umur |