| JudulHUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TENTENA KABUPATEN POSO |
| Nama: PUSPITA SARI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi iklim tropis di Indonesia dengan suhu dan kelembaban yang mendukung menjadi faktor yang dapat meningkatkan perkembangan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular DBD. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023, Kabupaten Poso menempati urutan ketiga kasus DBD tertinggi dengan jumlah 203 kasus. Selain itu, wilayah kerja Puskesmas Tentena menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Kabupaten Poso selama tahun 2023–2025 yaitu sebanyak 69 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pencahayaan, suhu, kelembaban, dan keberadaan jentik dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Tentena Kabupaten Poso. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain case control. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang terdiri dari 40 kasus dan 40 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan matching berdasarkan jenis kelamin antara kelompok kasus dan kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan (p=0,044), suhu (p=0,012), dan kelembaban (p=0,014) berhubungan dengan kejadian DBD, sedangkan keberadaan jentik tidak berhubungan signifikan (p>0,05). Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan rumah serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). |