| JudulAnalisis Faktor Risiko Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili |
| Nama: MA'RIVA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Bulili karena berpotensi meningkatkan risiko penularan rabies. Pada tahun 2025 tercatat 99 kasus GHPR di wilayah kerja Puskesmas Bulili dengan prevalensi sekitar 3,94 kasus per 1.000 penduduk. Faktor perilaku manusia dan pengelolaan hewan diduga berperan dalam terjadinya GHPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian GHPR di wilayah kerja Puskesmas Bulili. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan perbandingan 1:1 antara kelompok kasus dan kontrol. Dari 99 kasus GHPR yang tercatat pada Januari-Desember 2025, sebanyak 37 kasus merupakan gigitan akibat hewan liar sehingga tidak memenuhi kriteria penelitian karena variabel pemeliharaan dan status vaksinasi difokuskan pada hewan peliharaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 124 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada kasus dan purposive sampling pada kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provokasi HPR berhubungan dengan kejadian GHPR (OR = 4,552; 95% CI: 2,119-9,779) dan status vaksinasi HPR juga berhubungan dengan kejadian GHPR (OR = 2,317; 95% CI: 1,060-5,065). Sementara itu, pemeliharaan HPR tidak menunjukkan hubungan dengan kejadian GHPR (OR = 1,576; 95% CI: 0,775-3,203). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa provokasi dan status vaksinasi hewan merupakan faktor risiko kejadian GHPR. Oleh karena itu, diperlukan edukasi mengenai perilaku aman terhadap hewan serta peningkatan cakupan vaksinasi rabies sebagai upaya pencegahan GHPR. |