| JudulAnalisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Tahun 2024 |
| Nama: RIZKA AGUSTIANINGSIH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan lebih dari 14,6 juta kasus pada tahun 2024. Di Kota Palu, jumlah kasus DBD masih berfluktuasi, yaitu 76 kasus pada tahun 2022, menurun menjadi 57 kasus pada tahun 2023, dan kembali meningkat menjadi 70 kasus pada tahun 2024, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Kejadian DBD dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kepadatan penduduk dan curah hujan yang berperan dalam perkembangan vektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan penduduk dan curah hujan serta mengidentifikasi pola sebaran kasus DBD secara spasial tahun 2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis spasial. Populasi penelitian adalah seluruh kasus DBD sebanyak 70 kasus dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan Spatially Weighted Regression dan Spatial Statistic Tools melalui metode Average Nearest Neighbor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian DBD (p=0,18693), sedangkan curah hujan menunjukkan pola fluktuatif. Pola sebaran kasus DBD menunjukkan pola berkelompok (clustered) dengan nilai signifikansi (p=0,000333). Kesimpulan penelitian ini adalah kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Sangurara memiliki pola sebaran berkelompok dan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh kepadatan penduduk, namun cenderung mengikuti pola perubahan curah hujan. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta menjaga kebersihan lingkungan. |