| JudulGAMBARAN PERBANDINGAN POSTUR KERJA DENGAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DAN QUICK EXPOSURE CHECKLIST (QEC) PADA] PEKERJA DURIAN DI PT. LASTING SAUDARA INDONESIA |
| Nama: SALSABILA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Penyebab utama pekerja terkena MSDs adalah postur kerja yang tidak ergonomis. Postur kerja merupakan posisi tubuh seseorang ketika melakukan pekerjaan tertentu, salah satu pekerja yang rentan mengalami MSDs adalah pekerja durian. Prevalensi Musculoskeletal Disorders (MSDs) meningkat 6 juta kasus setiap tahun. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif berdesain cross-sectional di PT Lasting Saudara Indonesia (November 2025–Januari 2026) dengan total sampling 42 pekerja, dianalisis secara univariat untuk karakteristik demografis dan penilaian ergonomi. Postur kerja diukur dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) pada leher, badan, kaki, lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, beban, serta genggaman; sebagai pembanding digunakan Quick Exposure Check (QEC) yang menggabungkan penilaian pekerja dan peneliti pada punggung, bahu, pergelangan tangan, leher, beban, durasi, tingkat gaya, dan permintaan visual. Hasil menunjukkan tingkat risiko REBA lebih tinggi daripada QEC, sehingga QEC lebih sesuai karena komprehensif dengan mempertimbangkan durasi kerja dan persepsi pekerja. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terjadi perbedaan pengukuran REBA dan QEC memperlihatkan dominan terhadap kategori risiko pada pekerja durian. Peneliti selanjutnya disarankan memprioritaskan REBA untuk postur kerja pekerja pengolahan durian, mengingat QEC kurang efektif akibat faktor visual, tempo kerja, dan kesulitan kuesioner di lapangan. |