| JudulHubungan Lingkungan Fisik Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu |
| Nama: AWAL ALHABRI SIRA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang ditandai dengan tingginya jumlah kasus di berbagai wilayah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Talise Kota Palu. Berdasarkan data Puskesmas Talise, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 62 kasus pada tahun 2024 dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang masih berada di bawah standar nasional (?95%), ini menunjukkan risiko penularan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkunga fisik dengan keberadaan jentik nyamuk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi cross-sectional, sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 kepala keluarga. Pengumpulan data melibatkan pengamatan langsung jentik dalam wadah air dan pengukuran pencahayaan, suhu, dan kelembaban, dengan analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan jentik nyamuk dengan Density Figure (DF) dengan nilai HI= 4 (Sedang) serta CI dan BI= 5 (Sedang) dan ABJ 75% nilai ini masih di bawah standar nasional (?95%). Hubungan yang signifikan ditemukan antara pencahayaan dan keberadaan jentik (p=0,007), suhu (p=0,004), dan kelembaban (p=0,018). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor pencahayaan, suhu, dan kelembaban berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk. Oleh karena itu disarankan agar masyarakat secara aktif menerapkan 3M serta pemberantasan sarang nyamuk secara rutin dan kepada petugas kesehatan untuk memperkuat edukasi, pemantauan lingkungan, serta pemeriksaan tempat penampungan air guna menurunkan risiko penularan DBD. |