| JudulAnalisis Faktor Risiko Dengan Kejadian Tuberkulosis Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Palu Barat Tahun 2024 Dan 2025 |
| Nama: CHIKA FALINA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan jumlah kasus mencapai 677.464 kasus. Penyakit ini juga banyak terjadi pada kelompok usia anak yang memiliki daya tahan tubuh belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palu Tahun 2024, wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palu Barat termasuk wilayah dengan jumlah kasus TB anak tertinggi, sebanyak 10 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada anak di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palu Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 0–14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palu Barat. Sampel berjumlah 40 responden yang terdiri dari 10 kasus dan 30 kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat kontak (OR = 32,667), status gizi (OR = 1,556), riwayat imunisasi BCG (OR = 1,000), kepadatan hunian (OR = 5,444), dan paparan asap rokok (OR = 6,714) berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada anak. Disimpulkan bahwa faktor paparan langsung dan lingkungan berperan penting dalam penularan TB pada anak. Puskesmas disarankan untuk meningkatkan investigasi kontak, edukasi keluarga, pengendalian paparan asap rokok di lingkungan rumah, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada anak yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TB sebagai upaya pencegahan penularan. |