| JudulFAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KURANGNYA AKSEPTOR KB INTRA UTERINE DEVICE (IUD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARAWOLA |
| Nama: TALFA FEBRIANTI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak aktor yang Berhubungan dengan Kurangnya Akseptor KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Marawola (di bawah bimbingan Rosmala Nur) Peminatan Biostatistik dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) atau yang biasa di kenal dengan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang terpasang dalam rahim dengan tingkat efektifitas relatif tinggi jika dibandingkan. dengan metode lainnya seperti pil, suntik dan kondom. Namun penggunaannya masih terbilang rendah. Prevalensi penggunaan kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Marawola menunjukkan sebanyak 1.844 akseptor KB aktif dengan penggunaan IUD 1,35%, Implan 5,53%, Pil 16,3?n Suntik 76,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kurangnya akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Marawola, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.844 akseptor KB aktif, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling, kemudian dialkukan perhitungan menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sampel sebanyak 94 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis Chi-square dengan derajak kemaknaan a = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan terakhir (p-value=0,000), dukungan suami (p-value=0,030) dan peran petugas kesehatan (p-value=0,012) dengan kurangnya akseptor KB IUD. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara pendidikan terakhir, dukungan suami dan peran petugas kesehatan dengan kurangnya akseptor KB IUD. Pada penelitian ini diharapkan untuk tenaga kesehatan terkait agar lebih meningkatkan lagi sosialisasi terutama pada penggunaan kontrasepsi jangka panjang terkhusus kontrasepsi IUD agar jumlah kelahiran dapat terkendali dan tidak terjadi kelahiran yang tidak di inginkan. Kata Kunci :IUD, Pendidikan Terakhir, Dukungan Suami, Peran Petugas Kesehatan |