| JudulFAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARSO III KABUPATEN KEEROM |
| Nama: IMELDA OCTAVIA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis, termasuk Indonesia. Kabupaten Keerom merupakan salah satu wilayah prioritas penanggulangan malaria di Provinsi Papua dengan jumlah kasus mencapai 37.856 pada tahun 2024. Kabupaten Keerom berpotensi endemis malaria karena kondisi lingkungan dan iklim yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles serta masih tingginya faktor risiko penularan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan keluar malam, penggunaan kelambu, penggunaan obat nyamuk, dan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Keerom. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Total populasi dalam penelitian adalah 21.696 jiwa, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden dengan menggunakan metode Stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner di 12 Desa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (? = 0,05). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan keluar malam (p = 0,002) penggunaan kelambu (p = 0,005), penggunaan obat nyamuk (p = 0,0012), dan kondisi lingkungan rumah (p =0,0038) dengan kejadian Malaria. Kesimpulannya, kebiaasaan keluar malam, penggunaan kelambu, penggunaan obat nyamuk dan kondisi lingkungan rumah berhubungan dengan kejadian Malaria. Diperlukan upaya pencegahan melalui perubahan perilaku masyarakat dan perbaikan lingkungan untuk menurunkan risiko penularan malaria. Kata Kunci: Keluar Malam, Kelambu, Malaria, Obat Nyamuk |