Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DOLO KABUPATEN SIGI
Nama: ANDREAS FEBRYANTHO BALAE
Tahun: 2026
Abstrak
ABSTRAK Andreas Febryantho Balae. Perilaku Pencegahan Penyakit ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Dolo Kabupaten Sigi (di bawah bimbingan bapak Arwan) Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Februari, 2026 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sigi. Kasusnya meningkat setiap tahun dengan pertumbuhan 39,6%, dan 43,7%, sementara angka mortalitas balita secara nasional mencapai 0,16%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Kasus ISPA di wilayah kerja Puskesmas Dolo menunjukkan tren peningkatan, dari 154 kasus pada tahun 2021 menjadi 215 kasus pada tahun 2022. Jumlah tersebut kembali naik menjadi 366 kasus pada tahun 2023, dan mencapai 526 kasus pada tahun 2024. ISPA diklasifikasikan menjadi pneumonia, infeksi berat pada paru-paru, dan non-pneumonia yang ringan seperti pilek, radang tenggorokan, amandel, serta infeksi telinga. Studi awal menunjukkan bahwa kebiasaan orang tua merokok menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan ISPA pada balita di wilayah tersebut serta menganalisis faktor predisposisi, pendukung, dan pendorong yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi berupa pengetahuan ibu balita mengenai ISPA masih beragam, dan sebagian besar belum memahami cara pencegahan yang benar seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan asap rokok. Dari faktor pendukung, fasilitas dan sarana kesehatan di puskesmas dinilai cukup memadai untuk menunjang upaya pencegahan. Sementara itu, faktor pendorong berupa peran tenaga kesehatan melalui edukasi, penyuluhan, dan dukungan sosial mendapat respons positif dari masyarakat. Disarankan perlunya peningkatan edukasi kesehatan yang lebih mudah dipahami, perbaikan kualitas lingkungan, dukungan puskesmas dan kegiatan penyuluhan, imunisasi, serta posyandu berkelanjutan perlu diperkuat untuk meningkatkan kesadaran. Kata Kunci: ISPA, Puskesmas, Promosi Kesehatan

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

slot gacor https://vta.kemenhub.go.id/assets/