Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulFaktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Siniu Kabupaten Parigi Moutong
Nama: ABDUL MALIKUL MULKI
Tahun: 2026
Abstrak
ABDUL MALIKUL MULKI. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Siniu Kabupaten Parigi Moutong (di bawah bimbingan ibu Sitti Radhiah) Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Stunting merupakan dampak serius dari kekurangan gizi kronis pada anak yang berlangsung dalam jangka panjang, yang kemudian dapat menghambat pertumbuhan fisik dan juga perkembangan anak. Berdasarkan hasil survei di Kabupaten Parigi Moutong yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong pada bulan Mei tahun 2025 didapatkan data prevalensi stunting di berbagai Puskesmas dengan prevalensi stunting tertinggi yaitu Puskesmas Siniu (29,1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Siniu Kabupaten Parigi Moutong, jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian berjumlah 183 orang, pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 126 kasus dan juga 126 kontrol dengan matching umur balita. Analisis yang digunakan yaitu menggunakan rumus odd ratio (OR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan (OR=2,554), pendapatan (OR=5.082) dan status gizi (OR=3,206) merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita umur 24-59 bulan di Puskesmas Siniu. Diharapkan pada pihak puskesmas untuk mengembangkan pelayanan konseling dan edukasi pada ibu balita dalam meningkatkan pengetahuan gizi seperti menggunakan media leaflet pada saat melakukan penyuluhan. Kata Kunci : Stunting, Pendidikan, Pendapatan, Status Gizi

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up