| JudulPengaruh Penggunaan Dedak Padi Dengan Dan Tanpa Fermentasi Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos Chanos). |
| Nama: SILVA AINI DWINDARI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Silva Aini Dwindari (O27121018) Pengaruh Penggunaan Dedak Padi dengan dan tanpa fermentasi dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos). (Eka Rosyida dan Septina F. Mangitung, 2025). Ikan bandeng merupakan komoditas perikanan. Setiap tahun, permintaan akan ikan bandeng meningkat, baik untuk konsumsi lokal, ekspor, dan usaha pembesaran. Tingginya permintaan menciptakan peluang bagi pelaku usaha perikanan untuk mengembangkan budidaya bandeng secara optimal. Dalam kegiatan budidaya, pakan menjadi faktor utama yang mempengaruhi biaya produksi, dengan alokasi anggaran mencapai 60-70?ri total biaya produksi. Untuk mengurangi biaya yang signifikan ini, berbagai upaya dilakukan, salah satunya adalah pembuatan pakan mandiri. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah kenaikan harga pada bahan baku protein (tepung ikan dan tepung kedelai) dan berkurangnya ketersediaannya di alam. Penggunaan bahan baku lokal dalam formulasi pakan diketahui dapat menghemat biaya produksi budidaya hingga 25- 36%. Dedak padi merupakan limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai pakan karena berfungsi sebagai sumber energi utama, dengan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 34,73%. Namun, pemanfaatan dedak padi masih memiliki keterbatasan serius karena adanya kandungan serat kasar dan asam fitat yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan pemanfaatan karbohidrat dan kualitas nutrisi dedak padi, cara pengolahan yang efektif adalah melalui proses fermentasi. Meskipun aplikasi penggunaan dedak padi fermentasi sudah diterapkan oleh petambak Bandeng di Kabupaten Pinrang, belum ada penelitian ilmiah yang menguji dan menentukan batas toleransi serta dosis optimal penggunaan dedak padi fermentasi yang optimal dalam formulasi pakan benih ikan bandeng. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji batas toleransi penggunaan dedak padi dengan dosis 20% pada formulasi pakan benih ikan Bandeng. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025, bertempat di Balai Benih Ikan Mamboro, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian terdiri atas 2 perlakuan dan 9 ulangan, diperoleh 18 wadah percobaan. Perlakuan penelitian yaitu Perlakuan P1 :20?dak padi tanpa fermentasi, perlakuan P2 : 20?dak padi fermentasi. Hasil Uji-t sampel independen menunjukkan bahwa penggunaan dedak padi fermentasi dan dedak padi tanpa fermentasi memberikan perbedaan yang signifikan (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan rasio konversi pakan pada ikan bandeng. Kesimpulan dari penelitian ialah penggunaan 20?dak padi fermentasi memberikan nilai tertinggi dengan hasil bobot mutlak 1,30 g, LPS 3,12 %/hari, RKP 1,89 dan kelangsungan hidup 83% Kata kunci: benih ikan bandeng, dedak padi, fermentasi, pertumbuhan, kelangsungan hidup |