| JudulPERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) DENGAN PENAMBAHAN DOSIS ETANOL SEBAGAI PENGONTROL KEPADATAN MOLASE DALAM SISTEM BIOFLOK |
| Nama: RILVANA HALE |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Rilvana Hale (O271 20 032) Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Penambahan Dosis Etanol sebagai Pengontrol Kepadatan Molase dalam Sistem Bioflok. (Achmad Rizal dan Irawati Mei Widiastuti, 2026). Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Keunggulan ikan nila antara lain kemampuannya beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan perairaan, pertumbuhan yang cepat, serta daya tahan yang tinggi terhadap perubahan lingkungan dan penyakit. Hal ini menjadikan ikan nila salah satu komoditas unggulan dalam budidaya perikanan di Indonesia. Permintaan pasar terhadap ikan nila terus meningkat seiring dengan tingginya konsumsi masyarakat. Menurut data Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi ikan nila di Indonesia pada tahun 2022 mencapai1,41 juta ton dengan nilai sekitar Rp 36,47 triliun, meningkat 4,27% dibandingkan tahun 2021 yang 2021 yang mencapai 1,35 juta ton dengan nilai Rp 33.62 triliun. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari dimulai dari bulan Desember hingga Januari 2025. Penelitian bertempat di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Organisme uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan nila (O. niloticus) sebanyak 200 ekor dengan bobot awal rata-rata 7 g. Benih ikan nila diperoleh dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Saluyu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit satuan percobaan. Perlakuan yang akan digunakan adalah penambahan etanol dengan dosis berbeda dengan sistem bioflok. Perlakuan A = Penambahan etanol 2%, Perlakuan B = Penambahan etanol 4%, Perlakuan C = Penambahan etanol 6?n Perlakuan D = Penambahan etanol 8%. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), volume flok dan parameter kualitas air. Data hasil pengamatan diolah menggunakan program software Microsoft excel 2010 dan Minitab 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A (2%) memberikan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi 9,07g. Tingkat kelangsungan hidup (SR) tertinggi, yaitu >85%. Nilai FCR terbaik diperoleh pada perlakuan A sebesar 1,00. Volume flok tertinggi yaitu 12, 27 ml. Perameter kualitas air selama penelitian didapatkan rentang suhu berkisar 24-30°C, pH 7-8, oksigen terlarut (DO) 5-6 mg/L, dan amonia 0,40-0,54 mg/L. Kata kunci: Bioflok, etanol, molase, ikan nila, pertumbuhan |