| JudulLama Perendaman Dalam Larutan Madu Terhadap Nisbah Kelamin Jantan Banggai Cardinalfish (Pterapogon Kauderni Koumans, 1933) |
| Nama: MOH.WAHYU SAPUTRA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Moh. Wahyu Saputra (O27120025). Lama Perendaman dalam Larutan Madu Terhadap Nisbah Kelamin Jantan Banggai Cardinalfish (Pterapogon Kauderni Koumans, 1933). Madinawati dan Septina F. Mangitung, (2025). Ikan capungan atau Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni Koumans 1933) merupakan salah satu ikan hias laut endemik tropis yang ditemukan hidup secara alami di Kepulauan Banggai. Banggai cardinalfish memiliki cara reproduksi yang unik, yaitu tanpa fase pelagis. Ikan jantan mengerami telur sampai terlur menjadi larva (± 20 hari). Banggai cardinalfish jantan dewasa dapat mengerami telur 6 kali dalam setahun. Selesai mengerami telur, ikan jantan membutuhkan jangka waktu 60 hari untuk bisa kembali mengerami, pada saat kondisi mengerami larva, induk jantan tidak mendapatkan asupan makanan. Berbeda dengan induk betina, setelah selesai mengeluarkan telur, akan kembali dalam kondisi yang normal untuk mencari makan dan kemudian masuk pada fase reproduksi. Oleh karena itu, keberadaan ikan jantan akan menjadi salah satu faktor penting dalam proses pemijahan dan peningkatan populasi ikan Banggai cardinalfish. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menghasilkan ikan yang berjenis kelamin jantan yaitu sex reversal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu perendaman larutan madu yang terbaik terhadap nisbah kelamin jantan banggai cardinalfish. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan Januari 2025. Penelitian bertempat di Laboratorium kualitas Air dan Biota Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako Palu. Rancangan penelitian yang digunakan yakni rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit satuan percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu: A (Kontrol), B (Perendaman selama 8 jam), C (Perendaman selama 10 jam), D (Perendaman selama 12 jam) E (Perendaman selama 14 jam). Hasil penelitian memperoleh jumlah persentase ikan jantan pada perlakuan perendaman madu lebih tinggi dibandingkan kontrol. Perendaman selama 10 jam merupakan perlakuan terbaik dengan persentase jantan terntinggi sebesar 72,92%. Tingkat kematian terendah terdapat pada perlakuan A (kontrol) dengan nilai 85.00%, sedangkan tingkat kematian tertinggi, terdapat pada perlakuan E (perendaman selama 14 jam) yaitu 60,00%. Kata kunci : Banggai cardinalfish, Madu, Persentase Kelamin Jantan |