| JudulPenambahan Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorizza Robx) Dosis Berbeda Pada Pakan Formulasi Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Bandeng (Chanos Chanos Forskall, 1775) |
| Nama: RAHMA SALARENG |
| Tahun: 2025 |
| Abstrak Rahma Salareng (O27118061) Penambahan Tepung Temulawak (Curcuma xanthorizza Robx) Dosis Berbeda pada Pakan Formulasi terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskall, 1775) (Samliok Ndobe dan Rusaini, 2025). Produktifitas budidaya ikan bandeng (Chanos chanos Forskall, 1775) dipengaruhi oleh pakan. Ketersediaan pakan yang cukup, tepat waktu, berkesinambungan dan memenuhi kecukupan gizi merupakan poin penting yang harus dipenuhi. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah pemanfaatan atau penyerapan pakan oleh ikan yang kurang efisien sehingga menyebabkan rendahnya pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan karena tidak terpenuhinya kebutuhan gizi ikan yang seharusnya dipenuhi dari pakan. Penambahan bahan nabati (natural feed additive) seperti temulawak (Curcuma xanthorizza Robx) dalam pakan diharapkan dapat meningkatkan penyerapan pakan dan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan temulawak dosis berbeda pada pakan formulasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2025. Penelitian didesain dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga diperoleh 20 unit satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah dosis temulawak dalam pakan formulasi: A = Penambahan tepung temulawak 0,0 g/100 g pakan (kontrol), B = Penambahan tepung temulawak 1,0 g/100 g pakan, C = Penambahan tepung temulawak 1,2 g/100 g pakan, D = Penambahan tepung temulawak 1,4 g/100 g pakan, dan E = Penambahan tepung temulawak 1,6 g/100 g pakan. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian tepung temulawak dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan bobot spesifik, dan rasio konversi pakan benih ikan bandeng. Penggunaan tepung temulawak dengan dosis 1,4 g/100 g pakan memberikan pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan bobot spesifik dan rasio konversi pakan terbaik masing-masing sebesar 1,34 g, 5,74 %/hari, 1,29 serta tingkat kelangsungan hidup sebesar 65%. Kata Kunci: Ikan bandeng, pakan formulasi, temulawak, pertumbuhan, dan rasio konversi pakan |