Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulProgres Molting Dan Sintasan Kepiting Bakau (Scylla Olivacea) Pada Berbagai Salinitas Dalam Wadah Terkontrol
Nama: ISNA
Tahun: 2020
Abstrak
Kepiting Bakau termasuk jenis Scylla olivacea menjadi salah satu komoditas perikanan penting di Indonesia sejak awal tahun 1980an. Meskipun menjadi komoditas bernilai ekonomis, budidaya kepiting bakau belum sepenuhnya berhasil dikembangkan. Kepiting bakau memiliki perbedaan pola pertumbuhan secara biologi dengan ikan, oleh karena karakteristik tubuhnya yang tertutupi oleh karapas yang keras. Sementara dalam kegiatan budidaya membutuhkan efisiensi waktu pemeliharaan dan keseragaman saat panen. Faktor lingkungan ikut berperan dalam proses budidaya kepiting bakau. Misalnya fluktuasi salah satu parameter kualitas air dalam wadah budidaya akan memberikan pengaruh terhadap kondisi internal tubuh kepiting bakau, yang berakibat pada penundaan molting. Salah satu parameter kualitas air yang sering dijumpai berfluktuasi adalah salinitas. Salinitas dapat berperan sebagai faktor dependen bagi parameter lingkungan lainnya, seperti suhu, intensitas hujan, atau intrusi air sungai. Sehingga sering ditemukan nilai salinitas yang berbeda-beda oleh para peneliti di habitat kepiting bakau. Dalam rangka pengembangan budidaya kepiting bakau, parameter salinitas perlu mendapat perhatian untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan menentukan salinitas yang baik dalam mendukung pemeliharaan kepiting bakau dalam wadah terkontrol melalui evaluasi progres molting dan sintasan. Penelitian ini dilaksanakan pada November - Desember 2019 di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. Organisme uji yang digunakan berukuran 70-80 g/ekor, dipelihara selama 25 hari dengan kepadatan 1 ekor/sekat. Pemberian pakan 1 kali sehari sebanyak 5% bobot biomass/hari. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yakni perlakuan berbagai salinitas yaitu 21 ppt, 24 ppt, 27 ppt dan 30 ppt. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh terhadap progres molting kepiting bakau, namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup kepiting bakau. Data kualitas air yang diperoleh masih dalam kisaran yang layak bagi kepiting bakau. Berdasarkan evaluasi terhadap data progres molting, maka penelitian ini merekomendasikan salinitas 24 ppt yang tepat dalam mendukung pemeliharaan kepiting bakau jenis S. olivacea.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up