Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENGARUH SALINITAS DAN SUHU INKUBASI BERBEDA TERHADAP PENETASAN TELUR IKAN NILA SALINE (Oreochromis Niloticus)
Nama: SITTI SAHRIA S
Tahun: 2019
Abstrak
Abstrak Keunggulan strain nila saline adalah pertumbuhannya cepat, dagingnya tebal, food conversation ratio (FCR) yang rendah, toleran terhadap lingkungan yang kurang baik, toleran terhadap penyakit, mempunyai respon yang baik terhadap makanan serta dapat hidup dan berkembangbiak di air payau. . Tahap awal untuk memperoleh benih yang akan dibudidayakan yaitu melalui proses fertilisasi oleh sel jantan untuk sel telur sehingga membentuk embrio yang akan ditetaskan. Penetasan telur dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya salinitas dan suhu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interaksi salinitas dan suhu inkubasi terhadap penetasan telur ikan nila saline (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-September 2018. Kegiatan penelitian ini bertempat di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Desa Galesong, Kecamatan Mappakalompo, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Organisme uji yang digunakan dalam penelitian yaitu telur ikan nila saline (Oreochromis niloticus) sebanyak 20 butir/wadah. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial (RALF) dengan empat taraf dosis salinitas dan tiga taraf suhu media inkubasi. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Data daya tetas telur dianalisis menggunakan microsoft excel 2010, setelah itu dianalisis ragam (ANOVA) menggunakan minitab 16 pada selang kepercayaan 95?n diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) . Data embriogenesis, lama penetasan telur, dan kualitas air disajikan dalam bentuk gambar dan tabel, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan salinitas dan suhu pada perkembangan embrioogenesis dan lama penetasan telur menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu dan salinitas terendah menyebabkan cepat terjadinya penetasan. Penetasan telur lebih cepat terjadi pada suhu inkubasi 30oC dan salinitas 8 ppt. Daya tetas telur ikan nila saline tertinggi terdapat pada perlakuan suhu inkubasi 30?C dan salinitas 10 ppt (90%) dan terendah pada perlakuan suhu 26?C dan salinitas 14 ppt (20%). Kata Kunci: ikan nila saline, salinitas, suhu, embriogenesis, lama penetasan, daya tetas

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up