Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENGARUH PENAMBAHAN MOLASE DENGAN RASIO C/N BERBEDA TERHADAP PERKEMBANGAN DAN SINTASAN LARVA UDANG GALAH GI Macro II (Macrobrachium Rosenbergii) PADA SISTEM BIOFLOK
Nama: EYN PRIYAYU WEMBALI
Tahun: 2019
Abstrak
Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang potensial khususnya dalam bidang perikanan. Macrobrachium merupakan salah satu genus udang air tawar yang ditemukan di perairan Sulawesi Tengah. Udang galah merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang dikenal dengan giant freshwater shrimp. Saat ini permintaan udang galah semakin meningkat, namun penangkapan di alam semakin sulit dilakukan akibat populasi dari organisme tersebut semakin berkurang. Oleh sebab itu perlu dilakukan kegiatan budidaya khususnya dalam bidang pembenihan untuk dapat menyediakan benih dalam jumlah yang cukup dan menghasilkan indukan yang berkualitas baik. Balai Riset tersebut telah menghasilkan varietas baru yaitu udang galah GI Macro II (Genetic Immprovement of Macrobrachium rosenberggi II) melalui perkawinan dari indukan udang galah yang berasal dari Sungai Barito (Kalimantan Tengah), Sungai Musi (Sumatera Selatan), Sungai Asahan (Sumatera Utara), Sungai Ciasem (Jawa Barat) dan dari varietas induk GI Macro I. Adanya feses dan sisa pakan pada media pemeliharaan dapat menyebabkan adanya kandungan amonia yang bersifat racun dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup organisme budidaya. Oleh sebab itu diterapkan sistem bioflok dimana sistem tersebut memanfaatkan bakteri heterotrof yang dapat merombak sisa pakan dan feses menjadi pakan bagi udang dan ikan yang dibudidayakan. Bakteri heterotrof yang berperan dalam pengolahan limbah budidaya, dapat memperoleh makanan dari karbon dan nitrogen dengan perbandingan tertentu. Salah satu sumber karbon yang digunakan pada sistem bioflok yaitu molase yang bertujuan untuk meningkatkan populasi bakteri. Rasio C/N yang umumnya diterapkan dalam kegiatan budidaya dengan sistem bioflok yaitu berkisar antara rasio C/N 10 hingga rasio C/N 20. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molase dengan rasio C/N berbeda terhadap perkembangan dan sintasan larva udang galah GI Macro II (Genetic immprovement of macrobrachium rosenbergii II) pada sistem bioflok. Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai bahan informasi bagi mahasiswa dan referensi awal untuk menambah wawasan, keterampilan dan pengetahuan mengenai pengaruh pemberian molase dengan rasio C/N berbeda pada pemeliharaan larva udang galah GI Macro II pada sistem bioflok, sehingga dapat diterapkan dalam bidang kewirausahaan untuk meningkatkan produksi perikanan air tawar. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 07 September – 04 September 2018. Peneltian bertempat di Balai Riset Pemuliaan Ikan Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Nilai rata-rata indeks perkembangan larva yang diperoleh menunjukkan perlakuan B (C/N 10) memiliki nilai rata-rata yang paling tinggi, diikuti perlakuan D (rasio C/N 20), perlakuan C (rasio C/N 15) dan perlakuan A (kontrol atau tanpa penambahan molase) menunjukkan nilai rata-rata indeks perkembangan larva yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Nilai rata-rata tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan C (rasio C/N 15) dengan nilai rata-rata 60, 34%, perlakuan D (rasio C/N 20) 56,17%, perlakuan B (rasio C/N 10) 48 ?n pada perlakuan A (kontrol atau tanpa penambahan molase) dengan nilai rata-rata 37,74%. Penelitian ini menunjukkan pemeliharaan larva pada perlakuan dangan penambahan molase memiliki indeks perkembangan larva dan tingkat kelangsungan hidup yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa penambahan molase Kata kunci: Udang galah, bioflok, bakteri, molase, rasio C/N 10 sampai 20.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up