| JudulPENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA PADA SISTEM RESIRKULASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) |
| Nama: Sri Intan |
| Tahun: 2019 |
| Abstrak Sri Intan (O 271 12 063). Pengaruh Padat Tebar yang Berbeda pada Sistem Resirkulasi Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) (Fadly Y. Tantu dan Musayyadah Tis’in, 2019). Peningkatan padat penebaran akan mengganggu proses fisiologi dan tingkah laku ikan terhadap ruang gerak yang pada akhirnya dapat menurunkan kondisi kesehatan dan fisiologis ikan. Padat penebaran tinggi menuntut tingginya jumlah pakan yang diberikan kepada ikan sehingga mengakibatkan penumpukan bahan organik dalam wadah. Akumulasi bahan organik akan menyebabkan terjadinya pembentukan senyawa-senyawa yang beracun bagi ikan.Dengan demikian, peningkatan kepadatan harus diikuti peningkatan pengelolaan kualitas air. Salah satu cara untukmeningkatkan pengelolaan kualitas air media budidaya yaitu dengan sistem resirkulasi. Hal tersebut dapat menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dalam waktu budidaya yang singkat dengan tingkat kelulusan hidup yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian mengenai pengaruh padat tebar yang berbeda pada sistem resirkulasi perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O niloticus). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019. Penelitian bertempat di Laboratorium Program Studi Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Organisme uji yang digunakan dalam penelitian adalah ikan nila (O niloticus) berjumlah 250 ekor yang diberi pakan komersil. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan Peubah yang diamati selama penelitian meliputi pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,28 g dan panjang mutlak sebesar 26,36 cm diperoleh pada padat tebar 1 ekor/ L. Sedangkan nilai kelangsungan hidup tertinggi sebesar 92% diperoleh pada padat tebar 0,5 ekor/ L. Kata kunci: Oreochromis niloticus, padat tebar, resirkulasi. |