| JudulEFISIENSI PROTEIN DAN INCOME OVER FEED COST AYAM RAS JANTAN STRAIN ISA BROWN DENGAN PENGGUNAAN BAHAN PAKAN NABATI YANG BERBEDA DALAM RANSUM |
| Nama: MOH RIZKI PANGALE |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Moh. Rizki Pangale (O12121283). Efisiensi Protein dan Income over feed cost Ayam Ras Jantan Strain Isa Brown dengan Penggunaan Bahan Pakan Nabati yang berbeda dalam Ransum (Dwi Sulistiawati dan Muhammad Tahir) Ayam ras jantan strain Isa Brown merupakan hasil samping dari proses pembibitan dan penetasan ayam petelur yang memiliki potensi sebagai sumber daging alternatif dengan harga bibit yang relatif murah, pertumbuhan cepat, serta daging yang padat dan rendah lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan pakan nabati yang berbeda, dibandingkan penggunaan pakan hewani sebagai kontrol terhadap efisiensi protein, konsumsi protein, dan Income over feed cost (IOFC) pada ayam ras jantan strain Isa Brown. Penelitian telah dilaksanakan dari tanggal 1 Juni-25 Agustus 2024 di Kandang Penelitian Laboratorium Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, menggunakan 80 ekor DOC ayam Isa Brown jantan yang ditempatkan dalam 20 unit kandang penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, P0 (ransum kontrol menggunakan tepung ikan), P1 (ransum kontrol menggunakan +10% bungkil kelapa + 10% bungkil inti sawit + CFS), P2 (ransum kontrol menggunakan 20% bungkil kelapa + CFS), P3 (ransum kontrol menggunakan 20% bungkil inti sawit + CFS), dan P4 (ransum kontrol menggunakan 15% bungkil kelapa + 15% bungkil inti sawit + CFS). Parameter yang diamati meliputi konsumsi protein, efisiensi protein, dan Income over feed cost (IOFC). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan pakan nabati yang berbeda tidak berpengaruh nyata. pakan nabati yang menggunakan bungkil kelapa memberikan hasil terbaik pada perlakuan P2 (20% Bungkil Kelapa) terhadap konsumsi protein, efisiensi protein, dan income over feed cost, namun hasil yang diperoleh tersebut belum dapat menyamai protein hewani (P0), sehingga pakan nabati harus dikombinasikan dengan pakan hewani. Kata kunci: Strain Isa Brown jantan, efisiensi protein, IOFC, Caulerpa sp. |