| JudulTingkat Penerimaan Pakan Tambahan Induk Sapi Donggala Dengan Skor Kondisi Tubuh Yang Berbeda Di Kecamatan Dolo |
| Nama: DIKI SAPUTRA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak DIKI SAPUTRA (O 121 21 036) Tingkat Penerimaan Pakan Tambahan Induk Sapi Donggala Dengan Skor Kondisi Tubuh Yang Berbeda Di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. (Dibimbing Oleh Damry HB dan Mobius Tanari, 2025) Sapi Donggala adalah sapi lokal asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah. Sapi donggala merupakan contoh dari kekayaan ras sapi lokal di Indonesia yang memiliki potensi ekonomi dan konversi yang penting bagi masyarakat lokal. Sebagian besar masyarakat Sulawesi Tengah masih memelihara sapi donggala secara tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tingkat penerimaan pakan tambahan (berupa pakan konsentrat), yang diberikan ke indukan sapi donggala yang memiliki SKT < 2 dan ? 2, dengan mengamati waktu ternak bisa menghabiskan pakan baru (konsentrat) yang baru diberikan. Penelitian ini menggunakan perlakuan terdiri atas 2 SKT yaitu < 2 dan ? 2 atau lebih dari dua, masing-masing diberikan pakan 1,5% BK (bahan kering) dari bobot badan ternak. Penelitian menunjukkan bahwa induk sapi donggala dengan SKT ? 2 memiliki bobot badan lebih tinggi dan mengalami peningkatan berat yang lebih besar setelah diberi pakan tambahan dibandingkan sapi dengan SKT < 2. SKT terbukti berpengaruh langsung terhadap status energi, kemampuan menerima pakan, dan respon fisiologis ternak. Tingkat penerimaan pakan konsentrat lebih cepat pada sapi SKT < 2 karena kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi akibat defisit energi, sedangkan sapi dengan SKT ? 2 menunjukkan peningkatan konsumsi secara bertahap. Secara keseluruhan, pakan tambahan mampu memperbaiki bobot badan pada kedua kelompok, dan SKT menjadi indikator penting dalam menilai kebutuhan pakan serta efektivitas pemberian konsentrat. Kata Kunci: Sapi Donggala, Skor Kondisi Tubuh (SKT), Pakan Konsentrat, Tingkat Penerimaan Pakan, Bobot Badan, Nutrisi Ternak. |