Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPengaruh Penambahan Ekstrak Sabut Kelapa Terhadap Ph, Populasi Bakteri Patogen Digesta Ayam Broiler
Nama: ASRUDIN
Tahun: 2021
Abstrak
Asrudin (O 121 16 021). Pengaruh Penambahan Ekstrak Sabut Kelapa Terhadap pH Populasi Bakteri Patogen Digesta Ayam Broiler. Kandungan antibakteri yang terdapat dalam bahan herbal dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba dalam usus. Mikroba usus ada yang bersifat patogen dan non patogen. Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang dapat bersifat patogen dalam usus, sedangkan bakteri asam laktat (BAL) merupakan salah satu bakteri non patogen yang memiliki peranan penting dalam saluran pencernaan. Sifat bakteriosin pada bahan herbal dapat memberikan efek antagonis terhadap pertumbuhan bakteri patogen sehingga menurunkan pertumbuhan bakteri tersebut. Mikroflara dalam usus bakteri asam laktat mempunyai kemampuan untuk pengontrol bakteri patogen. Asam laktat yang tinggi menyebabkan potensial hidrogen (pH) saluran pencernaan menjadi rendah atau asam dan mikroba lain terutama mikroba coliform atau patogen tidak dapat tumbuh. Sabut kelapa mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Golongan senyawa metabolit sekunder adalah flavonoid, dan polifenol. cathechin, epicatechin, dan tanin terkondensasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak sabut kelapa terhadap bakteri patogen dalam usus halus melalui pengamatan koloni mikrobiota dalam digesta. Pemgukuran pH menggunakan pH meter dan penghitungan bakteri dilakukan dengan menghitung jumlah koloni yang tumbuh sesuai ketentuan standard plate count (SPC). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan adapun Perlakuannya sebagai berikut : R0 = ransum basal, R1 = Ransum basal + 40 ppm tetrasiklin, R2 = Ransum basal + 100 ppm ekstrak sabut kelapa, R3 = Ransum basal + 400 ppm ekstrak sabut kelapa, R4 = Ransum basal + 700 ppm ekstrak sabut kelapa. Parameter yang diukur yaitu potensi hidrogen (pH) dan total populasi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak sabut kelapa berpengaruh sangat nyata (P < 0,05) terhadap pH dan jumlah populasi bakteri dalam saluran pencernaan ayam broiler. Penambahan 700 ppm ekstrak sabut kelapa dalam ransum basal (R4) memberikan nilai pH terendah (4,66) dan rataan koloni bakteri Escherichia coli dan Staphylacoccus aureus terendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak sabut kelapa dalam ransum sebanyak 700 ppm sebagai dosis terbaik karena dapat menurunkan pH dan menekan populasi bakteri Escherichia coli dan Staphylacoccus aureus dalam saluran pencernaan ternak ayam broiler. Kata Kunci : Ekstrak Sabut Kelapa, pH, Escherechia coli, Staphylacoccus aureus, Ayam Broiler

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up