| JudulPERBANDINGAN SKOR MINI-MENTAL STATE EXAMINATION PRE DAN 24 JAM POSTOPERATIVE PADA PASIEN DENGAN ANESTESI UMUM DI RSUD UNDATA: EVALUASI DINI POSTOPERTIVE COGNITIVE DYSFUNCTION |
| Nama: NURFADILA SUAIB |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Latar Belakang: Postoperative Cognitive Dysfunction (POCD) merupakan gangguan kognitif yang dapat terjadi setelah prosedur operasi dengan anestesi umum. Insiden POCD mencapai 41-75% pada minggu pertama pascaoperasi dan menurun pada bulan berikutnya. Di RSUD Undata, rata-rata sekitar 150 tindakan anestesi umum per bulan, sehingga risiko POCD perlu dievaluasi lebih dini pada pasien pascaoperasi. Evaluasi dini dilakukan dengan menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE). Tujuan: Mengetahui perbedaan skor Mini-Mental State Examination (MMSE) pre dan 24 Jam postoperative sebagai evaluasi dini terhadap terjadinya Postoperative Cognitive Dysfunction (POCD) pada pasien yang menjalani anestesi umum di RSUD Undata Palu. Metode: Desain yang digunakan adalah pendekatan pre-eksperimental dengan metode one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 21 pasien dewasa usia 18-60 tahun yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Data diuji normalitasnya menggunakan Shapiro-Wilk dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank karena data tidak terdistribusi normal. Hasil: Hasil penelitian menunjukan median skor MMSE preoperasi adalah 30 (rentang 28–30), sedangkan postoperasi menurun menjadi 29 (rentang 24–30). Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p < 0,001; median difference -1,0; 95% CI -2,11 s/d -0,65). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara skor MMSE pre dan 24 jam postoperative dengan anestesi umum di RSUD Undata, dengan penurunan fungsi kognitif yang bersifat ringan dan sementara. Kata Kunci: MMSE, POCD, Anestesi Umum, Fungsi Kognitif, Evaluasi Dini |