| JudulPERBANDINGAN JENIS LARUTAN FIKSASI NBF 10?N METANOL TERHADAP MORFOLOGI SEL EPITEL UTERUS DI LABORATORIUM SEDERHANA |
| Nama: NASYWA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Latar Belakang: Fiksasi merupakan tahap krusial dalam pembuatan preparat histologi untuk mempertahankan morfologi jaringan dan mencegah autolisis. Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% merupakan fiksatif yang paling umum digunakan, namun metanol sebagai alternatif perlu dieksplorasi penggunaannya di laboratorium sederhana. Tujuan: Mengetahui perbandingan kualitas morfologi sel epitel uterus menggunakan larutan fiksasi NBF 10?n metanol di laboratorium sederhana. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan pendekatan quasi experimental post-test only control group design. Sampel penelitian adalah 40 preparat histopatologi dari jaringan uterus segar dengan kondisi adenomiosis yang diperoleh dari teknik total sampling pada pasien yang menjalani histerektomi adenomiosis. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 20 preparat difiksasi dengan NBF 10?n 20 preparat dengan metanol. Penilaian kualitas morfologi dilakukan berdasarkan warna inti sel, sitoplasma, dan membran sel menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 10x dan 40x. Hasil: Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan adanya perbedaan signifikan secara statistik antara kelompok fiksasi NBF 10?n metanol terhadap hasil pewarnaan jaringan, dengan nilai p-value < 0,05. Jenis larutan fiksasi lebih tinggi pada kelompok formalin (NBF 10%) dibandingkan metanol menunjukkan bahwa NBF 10% menghasilkan pewarnaan jaringan yang lebih baik pada inti, sitoplasma, maupun membran sel. Kesimpulan: NBF 10% menghasilkan kualitas morfologi sel epitel uterus yang secara signifikan lebih baik dibandingkan metanol pada pewarnaan inti sel, sitoplasma, dan membran sel. Kata Kunci: Fiksasi, NBF 10%, Metanol, Morfologi Sel Epitel, Uterus, Adenomiosis |