Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulHubungan Antara Konsumsi Fast Food Dengan Kejadian Obesitas Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Tadulako
Nama: FAKHRIAH M. SAMIUN
Tahun: 2026
Abstrak
Latar Belakang: Konsumsi fast food semakin meningkat pada remaja dan mahasiswa akibat kemudahan akses, rasa yang menarik, serta gaya hidup modern. Fast food umumnya tinggi kalori, lemak, gula, dan garam, sehingga berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Obesitas sendiri merupakan masalah kesehatan serius yang berkaitan dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular. Mahasiswa kedokteran memiliki aktivitas akademik yang padat, sehingga pola makan tidak teratur dapat meningkatkan risiko konsumsi fast food. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 91 mahasiswa preklinik (angkatan 2022–2024) yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) serta pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan IMT. Analisis data menggunakan uji Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Mayoritas responden jarang mengonsumsi fast food (87,9%), sementara 12,1% mengonsumsi fast food dengan frekuensi sering. Status gizi responden didominasi kategori normal (59,3%), diikuti overweight (18,7%) dan obesitas (8,8%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai korelasi r = 0,178 dengan p = 0,092, yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Kedokteran Universitas Tadulako. Meskipun demikian, konsumsi fast food yang tinggi secara deskriptif cenderung berkaitan dengan IMT yang lebih tinggi. Kata Kunci: Fast food, obesitas, indeks massa tubuh, mahasiswa kedokteran.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up