| JudulHUBUNGAN STATUS SOSIAL-EKONOMI TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ANTIHIPERGLIKEMIA ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABELOTA |
| Nama: MUHAMMAD SHADIQ MASHUDI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak HUBUNGAN STATUS SOSIAL-EKONOMI TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ANTIHIPERGLIKEMIA ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABELOTA. Muhammad Shadiq Mashudi1 , Muh. Ardi Munir2 , Ayu Sekarani Damana Putri 3 , Amirah Basry 4 1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat. Keberhasilan terapi sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihiperglikemia oral, yang dapat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi. Tujuan: Mengetahui hubungan status sosial ekonomi terhadap kepatuhan konsumsi obat antihiperglikemia oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabelota. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 36 pasien menggunakan teknik consecutive sampling. Status sosial ekonomi diukur dengan Skala Kuppuswamy, sedangkan kepatuhan dinilai menggunakan MMAS-8. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher–Freeman– Halton Exact. Hasil: Mayoritas responden memiliki status sosial ekonomi bawah-atas. Tingkat kepatuhan didominasi kategori rendah dan sedang. Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dengan kepatuhan konsumsi obat (p = 0,566). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status sosial ekonomi dengan kepatuhan konsumsi obat antihiperglikemia oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabelota. Faktor lain kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kepatuhan pasien. Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, status sosial ekonomi, kepatuhan obat, antihiperglikemia oral. |