| JudulPERSEPSI REMAJA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 BANAWA |
| Nama: AZYUARMI NAMIRA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase kritis dengan rasa ingin tahu tinggi, termasuk terhadap seksualitas, yang dapat memicu perilaku berisiko. Data nasional menunjukkan kerentanan remaja Indonesia terhadap masalah kesehatan reproduksi akibat pengetahuan yang rendah. Persepsi, yang dipengaruhi faktor seperti usia dan jenis kelamin, menjadi penentu perilaku. Oleh karena itu, penelitian persepsi remaja di SMA Negeri 1 Banawa diperlukan untuk mendukung edukasi yang tepat sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi remaja terhadap kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Banawa secara umum dan berdasarkan usia serta jenis kelamin. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 89 siswa dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: Sebagian besar responden (83,1%) memiliki persepsi sangat baik terhadap kesehatan reproduksi, dan sisanya (16,9%) berkategori baik. Tidak ada responden dengan persepsi cukup, kurang, atau sangat kurang. Persepsi sangat baik paling banyak ditemukan pada kelompok usia 16 tahun (31,5%) dan sedikit lebih tinggi pada remaja laki-laki (42,7%) dibanding perempuan (40,4%). Sekolah menjadi sumber informasi utama kesehatan reproduksi (87,7%). Kesimpulan: Persepsi remaja SMA Negeri 1 Banawa terhadap kesehatan reproduksi secara umum sangat positif. Terdapat variasi persepsi berdasarkan usia dan jenis kelamin, meskipun tidak ekstrem. Peran sekolah sebagai sumber informasi formal sangat dominan dalam membentuk persepsi ini. Kata Kunci: Persepsi, Remaja, Kesehatan Reproduksi |