| JudulHUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN FLOURISHING PADA MAHASISWA S1 KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO |
| Nama: AYU RUKIYAH MAWADDAH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Latar Belakang : Mahasiswa kedokteran tahap preklinik umumnya dihadapkan pada tuntutan akademik yang tinggi dan beban emosional dari kurikulum yang padat sehingga dapat memicu morbiditas psikologis. Dalam menghadapi stresor, Self-compassion (belas kasih diri) dianggap sebagai mekanisme adaptif krusial untuk mencapai flourishing (kesejateraan psikologis optimal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan flourishing pada mahasiswa S1 Kedokteran Universitas Tadulako. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional melibatkan 83 mahasiswa S1 kedokteran yang didapatkan dengan pendekatan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji nonparametrik spearman’s rho. Hasil : Responden didominasi oleh perempuan (72,3%) dan mayoritas angkatan 2022 (48,2%). Tingkat Self-Compassion dominan Sedang (56,6%), sementara Flourishing dominan Tinggi (60,2%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Self-Compassion dan Flourishing (P = 0.253; Sig. = 0.021). Meskipun signifikansi tercapai, koefisien korelasi 0.253 mengindikasikan bahwa kekuatan hubungan tersebut tergolong lemah. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara SelfCompassion dan Flourishing, meskipun kekuatannya lemah. Penelitian ini menegaskan peran Self-Compassion sebagai sumber daya psikologis yang terukur penting untuk menjaga keseimbangan emosional dan mencapai kesejahteraan optimal pada mahasiswa kedokteran. Kata Kunci : Self-Compassion, Flourishing, Mahasiswa Kedokteranth |