| JudulHUBUNGAN KEHAMILAN PREEKLAMSIA DENGAN KOMPLIKASI JANIN DI RSUD TORA BELO |
| Nama: THALIA DANTI DACHLAN |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Kondisi ini diketahui berkaitan dengan berbagai luaran kehamilan yang merugikan, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), kematian janin dalam rahim (KJDR), dan asfiksia neonatorum. Tujuan: Mengetahui hubungan kehamilan preeklamsia dengan kejadian bayi lahir prematur, kematian janin dalam rahim (KJDR), berat badan lahir rendah (BBLR), dan asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Tora Belo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain kohort retrospektif menggunakan data rekam medis tahun 2023-2024. Sampel penelitian berjumlah 106 ibu, terdiri dari 53 ibu dengan preeklamsia dan 53 ibu tanpa preeklamsia yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square atau Fisher’s Exact Test sesuai asumsi, serta dihitung Relative Risk (RR) 95% Confidence Interval. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara preeklamsia dengan kejadian bayi lahir prematur (p = 0,188; RR = 1,95; 95% CI: 0,70- 5,41) dan KJDR (p = 0,205; RR = 5,00; 95% CI: 0,60-41,37). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan kejadian BBLR (p < 0,001; RR = 4,88; 95% CI: 1,78-13,38) dan asfiksia pada bayi baru lahir (p = 0,004; RR = 4,69; 95% CI: 1,42-15,47). Kesimpulan: Kehamilan preeklamsia berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko BBLR dan asfiksia, namun tidak berhubungan signifikan dengan kejadian prematur dan KJDR. Deteksi dini dan pemantauan ketat ibu hamil dengan preeklamsia diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi janin. Kata Kunci: Preeklamsia, Kelahiran Prematur, Kematian Janin dalam Rahim (KJDR), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Asfiksia Neonatorum. |