| JudulPENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI BAYI USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE |
| Nama: NADYA VEGA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Latar Belakang: Status gizi bayi usia 6–24 bulan merupakan indikator penting keberhasilan pertumbuhan pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan. Kekurangan gizi pada masa ini dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan kesehatan anak di masa depan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap status gizi adalah pola asuh orang tua terhadap kebutuhan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap status gizi bayi usia 6-24 bulan di wilayah kerja puskesmas Talise Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan sampel 69 Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah orang tua yang memiliki bayi usia 6-24 bulan yang tinggal di area kerja puskesmas Talise sebanyak 69 responden. Dari 69 responden karakteristik bayi yang terbanyak dengan rentan usia 18-24 bulan yaitu sebanyak 35 orang (50,7%). Dari total 69 bayi yang diteliti, 98,6% memiliki status gizi baik, sementara hanya 1,4% yang mengalami status gizi kurang dan tercatat sebagai bayi penerima pola asuh otoriter. Sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis (95,7%) dengan status gizi baik. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dan status gizi bayi (p-value = 0,001) Kesimpulan: Pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap status gizi bayi usia 6–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Talise. Penguatan edukasi mengenai pola asuh responsif, pemberian makanan yang tepat, dan perawatan dasar anak sangat diperlukan untuk meningkatkan status gizi bayi secara optimal. Kata Kunci: Pola Asuh, Status Gizi, Bayi 6-4 Bulan |