| JudulHUBUNGAN WATER, SANITATION AND HYGIENE (WASH) DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN BAIYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU |
| Nama: ALDIA RIZKA MAHARANI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Faktor lingkungan seperti akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan (WASH) diduga berperan dalam pencegahan stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara WASH dan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Kelurahan Baiya, wilayah kerja Puskesmas Pantoloan, Kota Palu. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 67 ibu balita dipilih melalui purposive sampling dari populasi 147 balita. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri menggunakan microtoise dan kuesioner WASH berbasis pedoman WHO. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Prevalensi stunting sebesar 46,3%. Faktor air tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p = 0,081; OR = 2,617), sedangkan sanitasi memiliki hubungan signifikan (p = 0,012; OR = 3,884). Faktor kebersihan tidak signifikan (p = 0,083; OR = 2,471), namun menunjukkan kecenderungan risiko. Kesimpulan: Sanitasi merupakan determinan penting dalam pencegahan stunting, sementara air dan kebersihan berperan sebagai faktor pendukung. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan intervensi berbasis WASH yang terintegrasi untuk menurunkan prevalensi stunting di tingkat komunitas. Kata Kunci: Stunting, WASH, pencegahan. |