Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulHubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Kejadian Sindrom Metabolik Di Poli Penyakit Dalam RSU Anutapura Palu
Nama: DHEA AMALIA RAHMAH
Tahun: 2022
Abstrak
Latar Belakang: Indeks massa tubuh (IMT) merupakan indeks yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan menilai kelebihan berat badan serta obesitas. Ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran energi menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh sehingga memengaruhi nilai IMT. IMT dapat digunakan untuk mendeteksi sindrom metabolik yaitu kumpulan gejala yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dan penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan IMT dengan kejadian sindrom metabolik di RSU Anutapura Palu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 98 orang. Penilaian sindrom metabolik menggunakan kriteria ATP III. Individu dinyatakan sindrom metabolik jika memenuhi 3 dari 5 kriteria yaitu peningkatan lingkar pinggang, tekanan darah, kadar GDP dan trigliserida serta penurunan kadar HDL. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Pada penelitian diperoleh p value = 0,001 hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara IMT dengan kejadian sindrom metabolik di poli penyakit dalam RSU Anutapura Palu. Terdapat hubungan antara IMT dengan lingkar pinggang (p = 0,000), tekanan darah (p = 0,003), trigliserida (p = 0,000), dan HDL (p = 0,000). Tidak terdapat hubungan antara IMT dengan kadar GDP (p = 0,531). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara IMT dengan kejadian sindrom metabolik di poli penyakit dalam RSU Anutapura Palu. Kata kunci : Indeks Massa Tubuh, Sindrom Metabolik, ATP III

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up