Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulHUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 3 PALU
Nama: ARIFAH NUR ATIKAH
Tahun: 2022
Abstrak
Pendahuluan: Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan gizi dan menggunakan zat gizi yang ditentukan berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Faktor yang berhubungan dengan status gizi antara lain genetik, lingkungan, pola makan, aktivitas fisik, dan status sosial ekonomi. Kebutuhan gizi remaja sangat tinggi karena masih dalam pertumbuhan dan serta memerlukan aktivitas fisik. Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 3 Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 86 siswa berusia 16-18 tahun di SMA Negeri 3 Palu. Instrumen yang digunakan adalah kueisioner konsumsi fast food, akivitas fisik, meteran dan timbangan berat badan. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 52 orang (60,5%) tidak pernah konsumsi fast food, 2 orang (2,3%) sering, 1 orang (1,2%) kadang, 31 orang (36,0%) jarang. Siswa yang tidak pernah melakukan aktivitas fisik 79 orang (91,9%), 4 orang (4,7%) ringan, 2 orang (2,3%) sedang, 1 orang (1,2%) berat. Siswa dengan status gizi sangat kurus 13 orang (15,1%), kurus, 13 orang (15,1%), normal 51 orang (59,3%), gemuk 1 orang (1,2%), obesitas 8 orang (9,3%). Hasil analisis menunjukan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi fast food dengan status gizi remaja (p=0,691) dan hubungan aktivitas fisik dengan status gizi remaja (p=0,407). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara konsumsi fast food dengan status gizi dan hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 3 Palu. Kata Kunci: Fast Food, Aktivitas Fisik, Status Gizi, Remaja

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up