Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulEfek Antipiretik Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana Mill.) Pada Tikus (Rattus Norvegicus L,.) Galur Wistar
Nama: MUH WAHYU DWI PUTRA
Tahun: 2020
Abstrak
Efek Antipiretik Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) pada Tikus (Rattus norvegicus L,.) Galur Wistar Muh Wahyu Dwi Putra*, Christin Rony Nayoan**, *** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia *** Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia ABSTRAK Pendahuluan: Demam merupakan gejala dari suatu penyakit yang ditandai dengan suhu rektal ?38,0°C, suhu mulut ?37,5°C, atau suhu aksila ? 37,2°C. Untuk mengurangi dampak negatif maka demam perlu diobati dengan antipiretik. Daun alpukat memiliki kandungan antioksidan yang tinggi seperti saponin dan flavonoid namun pemanfaatan daun alpukat (Persea americana Mill.) sebagai antipiretik masih bisa diperdebatkan. Tujuan: Untuk mengetahui efek antipiretik pada tikus (Rattus norvegicus L,) galur wistar jantan yang diinduksi vaksin DPT-HB-Hib dengan pemberian ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.). Metode: Jenis penelitian yaitu quasi eksperimental laboratorium. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif dengan Na-CMC, kelompok positif dengan paracetamol, kelompok uji dengan ekstrak daun alpukat masing-masing dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20?ngan jumlah tikus setiap kelompok yaitu 7 ekor. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan suhu tikus pada kelompok Na-CMC dari suhu awal 37,82oC menjadi 38,42oC (p = 0,001), Paracetamol yaitu adanya penurunan suhu yang signifikan yaitu dari suhu awal 37,83oC menjadi 36,83oC (p= 0,001), kelompok ekstrak 5?un alpukat menunjukkan adanya penurunan yang signifikan yaitu dari suhu awal 38,09oC menjadi 37,70 oC (p= 0,01), ekstrak 10?un alpukat menunjukkan peningkatan suhu yang signifikan yaitu dari suhu 38,37 oC menjadi 38,44 oC (p= 0,003), ekstrak 20?un alpukat tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,167 (P> 0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun alpukat dengan konsentrasi 5% memberikan hasil yang lebih baik dengan nilai signifikan terhadap kelompok Na-CMC, Esktrak 10?n 20 ?un alpukat dengan nilai p<0,05 Kata Kunci: daun alpukat, demam, tikus (Rattus norvegicus L,), antipiretik, flavonoid, saponin

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up