Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulAKTIVITAS UJI ANTIBAKTERI DAUN DAN KULIT BATANG POHON MATOA (Pometia Pinnata) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli
Nama: PUJAYANTI
Tahun: 2026
Abstrak
Pohon matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber antibakteri alami karena mengandung metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri melalui berbagai mekanisme, antara lain merusak membran sel, mengganggu permeabilitas sel, dan menghambat aktivitas enzim bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun dan kulit batang matoa terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan di Desa Wanamukti, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pembuatan ekstrak dilakukan di Laboratorium Kimia Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako. Ekstraksi bahan dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar sumuran menggunakan empat konsentrasi ekstrak, yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%, serta chloramphenicol sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dan kulit batang matoa memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat di sekitar sumuran. Secara umum, peningkatan konsentrasi ekstrak cenderung menghasilkan zona hambat yang lebih besar, meskipun pola respons tidak selalu sama pada setiap bagian tanaman dan setiap bakteri uji. Kontrol positif menunjukkan daya hambat tertinggi, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun dan kulit batang matoa berpotensi sebagai sumber antibakteri alami terhadap bakteri Gram-positif maupun Gram-negatif. Namun, penetapan tingkat efektivitas masing-masing ekstrak harus tetap didasarkan pada data hasil pengukuran dan analisis statistik yang telah diverifikasi secara konsisten.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

MUSANG178