| JudulPERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KONSERVASI KUPU- KUPU DAN DAMPAK PARIWISATA DI TAMAN WISATA BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS |
| Nama: DELA SUKMA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN BABUL),memiliki luas 43.740,20 Ha.termasuk dalam wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene, (Pangkep) Provinsi sulawesi selatan. merupakan kawasan yang memiliki kelebihan dan daya tarik tersendiri kerena menjadi habitat bagi banyak spesies kupu-kupu.Salah satu blok hutan yang terkenal dikawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah Bantimurug yang pertama kali dikenalkan oleh Alfred Russel Wallace sebagai The Kingdom of Butterfly Tujuan Penelitian adalah untuk mengkaji tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pengunjung terkait konservasi kupu-kupu. Metode Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan didukung analisis kuantitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Jumlah sampelditentukan denganrumusSlovinmenggunakanpopulasirata-rata 3.000 pengunjung per bulan dan batas kesalahan 10%. Analisis data dilakukan dengan menghitung frekuensi, persentase, dan skor bobot pada variabel pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung berusia 17–24 tahun dan berstatus pelajar/mahasiswa. Sebagian besar datang untuk rekreasi, sedangkan sisanya untuk tujuan edukasi dan penelitian. Tingkat pengetahuan tentang kupu-kupu tergolong sedang, tetapi kesadaran untuk melindungi kupu-kupu cukup tinggi. Pengunjung menilai adanya dampak negatif pariwisata seperti sampah, kebisingan, dan penangkapan kupu- kupu. Wawancara dengan pedagang suvenir mengungkapkan bahwa masih terdapat kupu- kupu dilindungi yang dijual, meskipun sebagian berasal dari penangkaran. Kesimpulan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya konservasi kupu-kupu sebenarnya cukup tinggi,tetapi masih perlu ditingkatkan terutama dari sisi pengatahuan dan tindakan nyata.Diperlukan edukasi yang lebih menarik,pengawasan yang lebih ketat terhadap perdangangan kupu-kupu,dan pengelola wisata yang lebih ramah lingkungan agar konservasi di Bantimurung bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan |