| JudulSIFAT FISIKA DAN MEKANIKA BAMBU GALAH (Gigantochloa Atter) BERDASARKAN POSISI KETINGGIAN PADA BATANG DI DESA BAKUBAKULU KECAMATAN PALOLO |
| Nama: TRIA LITHA WULANDARI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak TRIA LITHA WULANDARI-L13121210. Sifat Fisika dan Mekanika Bambu Galah (Gigantochloa atter) Berdasarkan Posisi Ketinggian Pada Batang Di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo. Dibimbing oleh Ariyanti dan Muthmainnah. Bambu merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki potensi yang tinggi. Indonesia merupakan negara dengan produksi bambu terbesar kedua setelah Cina dengan jumlah temuan 154 jenis dari 1.250 -1.500 jumlah bambu di dunia. Di desa Bakubakulu bambu galah dimanfaatkan oleh masyarakat desa bakubakulu sebagai bahan bangunan dan alternatif lainnya, contohnya sebagai atap atau dinding rumah, dijadikan sebagai pagar halaman, pembuatan kandang ayam, dibuat menjadi tangga, dan bisa juga sebagai tempat penampungan air pohon aren untuk pembuatan gula merah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika bambu galah (Gigantochloa atter) berdasarkan posisi ketinggian pada batang yang ada di Desa Bakubakulu kecamatan Palolo agar bisa dimanfaatkan secara tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan November 2024. Bertempat di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap untuk pengujian sifat fisika dan sifat mekanika dengan perlakuan berdasarkan arah aksial (pangkal, tengah, ujung) dengan 5 kali ulangan sebanyak total 30 contoh uji. Contoh uji sifat fisika berukuran 2.5 cm x 2,5 cm x 0,35 dan contoh uji sifat mekanika berukuran 28 cm x 2 cm x 0,23. Hasil penelitian menunjukan bahwa posisi berdasarkan ketinggian pada batang bambu galah tidak berpengaruh signifikan terhadap sifat fisika, yaitu kadar air dan kerapatan. Posisi berdasarkan ketinggian pada batang berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanika bambu galah pada MOE dan MOR. Sifat fisika bambu galah didapatkan rata-rata kadar air segar sebesar 82,37?n kadar air kering udara sebesar 17,77%. Sedangkan rata-rata kerapatan bambu galah adalah sebesar 0,62 g/cm³. Rata-rata nilai MOE 378,609 kg/cm², rata-rata nilai MOR 16299,32 kg/cm². |