| JudulEFEKTIVITAS BAHAN PENGAWET LARUTAN DAUN EBONI (Diospyros Celebica Bakh.) PADA KAYU JABON MERAH (Antocephalus Macrophyllus) TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH (coptotermes Sp) |
| Nama: MOHAMAD RENDI AZZUHRI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak RINGKASAN MOHAMAD RENDI AZZUHRI L13121080, Efektivitas Bahan Pengawet Larutan Daun Eboni (Diospyros Celebica Bakh.) Pada Kayu Jabon Merah (Antocephalus macrophyllus) Terhadap Serangan Rayap Tanah (Coptotermes sp). Dibawah bimbingan Ariyanti dan Asniati Permintaan kayu diperkirakan akan terus tumbuh karena kebutuhan akan peralatan yang terbuat dari kayu meningkat. Namun, pasokan kayu dari hutan yang selama ini menjadi sumber pasokan utama bagi industri pengolahan kayu menurun dan terbatas. Kayu jabon merah (Antocephalus macrophyllus) di kebupaten Banggai sangat mudah ditemukan dan sehingga indusri dan masyarakat sekitar banyak menggunakan kayu tersebut. Bahan baku kayu dapat digunakan secara efektif dengan menggunakan teknologi pengawetan, pengeringan, pemanfaatan limbah kayu, dan lain sebagainya. alternatifnya adalah dengan melakukan proses pengawetan kayu yang mudah dilakukan melalui proses perendaman dingin untuk memperpanjang umur pakai kayu sehingga menghemat konsumsi kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bahan pengawet larutan daun eboni (Diospyros celebica Bakh.) Pada kayu jabon merah (antocephalus macrophyllus) terhadap serangan rayap tanah. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Agustus 2025. Bertempat di Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Pengujian ketahanan kayu terhadap serangan rayap tanah (metode uji kubur) dilakukan di Desa Molowagu, Kec, Batudaka, kab. Tojo Una-Una. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, faktor (A) konsentrasi bahan pengawet larutan daun eboni (100gr, 150gr dan 200gr)/1 liter air dan faktor (B) lama perendaman kayu dalam larutan bahan pengawet (1, 3 dan 5) hari, terdapat 9 perlakuan masing – masing 5 ulangan, total 45 kayu contoh uji. Contoh uji sampel untuk kadar air dan kerapatan berukuran 2 cm x 2 cm x 2 cm, contoh uji kayu berukuran 2 cm x 2 cm x 30 cm. Nilai rataan retensi tertinggi terdapat pada konsentrasi 200gr/1 liter air dengan lama perendaman 5 hari (A3B3) sebesar (1,788 ?gram/cm?^3). Nilai rataan retensi terendah terdapat pada konsentrasi 100gr/1 liter air dengan lama perendaman 1 hari (A1B1) sebesar (0,473 ?gram/cm?^3 ). Nilai rataan perlakuan konsentrasi kehilangan berat tertinggi terdapat pada 100gr/1 liter air yaitu 11,96%. Nilai rataan perlakuan konsentrasi kehilangan berat terendah terdapat pada 200gr/1 liter air yaitu 6,29%. Kayu jabon merah memiliki kelas awet V (sangat buruk) setelah perlakuan pengawetan meningkat menjadi kellas III (sedang). |