| JudulAnalisis Laju Infiltrasi Pada Lahan Kebun Campuran Dan Agroforestry Di Sub Daerah Aliran Sungai Malitu Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso |
| Nama: BELLA BERLIANT FITRIANI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Bella Berlianti Fitriani-L13120251. Analisis Laju Infiltrasi Pada Lahan Kebun Campuran dan Agroforestry Di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Malitu Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso. Di Bimbing Oleh Naharuddin dan Sustri. Salah satu faktor kunci dalam menilai kualitas Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah kecepatan infiltrasi tanah. Kecepatan infiltrasi yang tinggi menunjukkan bahwa tanah memiliki permeabilitas yang baik, yang berpengaruh positif terhadap kualias DAS. Perubahan dalam penggunaan lahan dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas tata air dalam suatu DAS, yang pada gilirannya akan berdampak pada masyarakat, terutama terkait dengan kondisi biofisik kawasan DAS dan daerah resapan air. Hubungan antara tutupan lahan dengan keberadaan pepohonan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dievaluasi dari segi hasil air total dan kapasitas penyangga DAS dalam mengatur debit puncak pada berbagai rentan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju infiltrasi pada penggunaan lahan agroforestry dan kebun campuran di Sub daerah aliran sungai (DAS) Malitu Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survey, dimana observasi lapangan dilakukan pada 2 lokasi yaitu kebun campuran dan agroforestry. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan infiltrometer double ring dengan 2 kali percobaan pada setiap lokasi, dan data yang diperoleh dihitung dengan metode Horton. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan lahan agroforestry memiliki kondisi fisik tanah yang lebih mendukung proses infiltrasi dibandingkan kebun campuran. Hal ini ditunjukkan oleh kandungan bahan organik yang lebih tinggi, nilai bulk density yang lebih rendah, serta porositas tanah yang lebih besar. Meskipun permeabilitas tanah pada kebun campuran lebih tinggi, kondisi tanah yang lebih padat dan rendahnya kandungan bahan organik berpotensi membatasi infiltrasi air ke dalam tanah. Dengan demikian, sistem agroforestry dapat berperan penting dalam menyerap air. Laju infiltrasi pada kategori cepat terdapat pada lahan agroforestry dengan nilai laju infiltrasi 12,52 cm/menit memiliki tekstur tanah lempungliat berdebu. Laju infiltrasi pada kategori agak cepat terdapat pada kebun campuran dengan nilai laju infiltrasi 11,57 cm/menit memiliki tekstur tanah liat berpasir. |