| JudulJENIS-JENIS JAMUR DAN SERANGANNYA PADA BIDANG SADAP GETAH PINUS (Pinus Merkusii Jungh. Et De Vriese) DI DESA BALAMOA KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI |
| Nama: MOH RIFALDI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak MOH. RIFALDI – L 131 20 124. Jenis – Jenis Jamur dan Serangannya Pada Bidang Sadap Getah Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) Di Desa Balamoa Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Di Bimbing oleh Yusran dan Rahmawati Salah satu jenis pohon hutan yang mempunyai peranan penting dalam bidang industri adalah pohon pinus. Pinus merupakan pohon penghasil kayu bernilai ekonomis tinggi dan juga penghasil getah atau disebut pohon berfungsi ganda. Penyadapan getah pinus merupakan kegiatan di bidang kehutanan dalam rangka pemungutan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari tegakan pinus. Implementasi suatu sistem penyadapan bertujuan untuk memperoleh hasil getah seoptimal mungkin dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan pinus. Luka terbuka yang terjadi berupa bekas sayatan benda tajam yang menyebabkan infeksi pada tanaman, luka ini merupakan faktor awal terjadinya kerusakan pada pohon seperti pelapukan yang kemudian menyebabkan pohon mati dan tumbang. Hal ini disebabkan luka yang terbuka menjadi tempat masuk dan berkembangnya organisme perusak seperti jamur, virus, bakteri, hama pengganggu dan organisme lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis – jenis jamur dan serangannya pada bidang sadap getah Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) di Desa Balamoa Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Dolo Barat. Penelitian ini dilaksanakan Pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2025. Pengamatan serangan dan pengambilan sampel batang yang terserang dilakukan di areal tegakan Pinus di Desa Balamoa, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Identifikasi jamur dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dengan Pengambilan data dan pengamatan tegakan di lapangan kemudian mengambil sampel pada pohon yang memiliki bidang sadap. Identifikasi penyakit di laboratorium dilakukan dengan mengisolasi bagian sadapan, lalu di murnikan, dan dilanjutkan dengan pengamatan bentuk spora dan hifanya menggunakan mikroskop. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis jamur yang terdapat pada bidang sadap getah Pinus yaitu Penicillium brevicompactum, Aspergillus flavus, Aspergillus niger, dan Trichothecium roseum. Kondisi tegakan Pinus di Desa Balamoa pada puncak termasuk ke dalam golongan rusak berat dengan frekuensi serangan 100?n intesitas serangan 57%. Punggung masuk dalam golongan rusak sedang dengan frekuensi serangan 100?n intensitas serangan 45%. Lembah masuk dalam golongan rusak sedang dengan frekuensi serangan 100?n intensitas serangan 50%. |