| JudulKARAKTERISTIK BRIKET ARANG DARI SERBUK KAYU PALAPI (Heritiera Javanica) DAN TONGKOL JAGUNG (Zea Mays) |
| Nama: GILBERT P PURBA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak GILBERT P PURBA - L13120021, Analisis Karakteristik Briket Arang dari Campuran Serbuk Kayu Palapi (Heritiera Javanica) dan Tongkol Jagung (Zea mays) Sebagai Bahan Bakar Alternatif Dibimbing oleh Erniwati dan Abdul Hapid. Briket arang adalah produk padat berbentuk batangan atau bongkahan yang dihasilkan dari pemadatan dan pengeringan biomassa atau limbah organik tertentu. Produk ini sering digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk memasak, pemanasan sebagai bahan baku dalam industri tertentu. Briket arang memiliki keuntungan dibandingkan dengan bahan bakar arang tradisional seperti kemudahan dalam penyimpanan, transportasi, dan pengggunaan yang lebih efisian. Serbuk kayu menjadi salah satu bahan baku utama dalam pembuatan briket arang. Serbuk kayu berasal dari berbagai jenis kayu yang berbeda, memberikan fleksibilitas dalam sumber daya. Limbah tongkol jagung juga merupakan bahan baku yang potensial untuk pembuatan briket arang. Limbah ini umumnya dihasilkan dalam jumlah besar oleh industri pertanian. Tongkol jagung memiliki kandungan selulosa yang tinggi, mencapai sekitar 44%, dan kandungan lignin sekitar 33,3%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik sifat-sifat briket arang yang terbuat dari limbah serbuk gergaji kayu palapi dan limbah tongkol jagung sebagai sumber bahan bakar alternatif yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret. Bertempat di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dengan berat keseluruhan setiap sampel 40g (100%) yang didalamnya termasuk 4g (10%) perekat di dalam setiap perlakuan. Hasil Analisis Karakteristik Briket Arang Dari Campuran Serbuk Kayu Palapi (Heritiera Javanica) Dan Tongkol Jagung kadar air briket 7,58- 8,87%(memenuhi SNI 8%). Kadar abu 7,58-12,26% (memenuhi SNI 8%). Kadar uap 43,82-60,73% (melewati SNI 15%). Kadar karbon terikat 18,61-45,78%. Kerapatan 0,41-0,54 g/cm³. Nilai kalor 2.738,75-3.124,94 kkal/kg (mendekati SNI 5000 kkal/kg). Briket arang yang terbuat dari serbuk kayu palapi dan limbah tongkol jagung memiliki kualitas yang cukup baik dan memenuhi standar SNI untuk kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan nilai kalor. Briket ini berpotensi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis.b |