| JudulKondisi Fisik Tanah Pada Habitat Bambu (Gigantochloa Atter) Di Desa Poi Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi |
| Nama: MUHRIM |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Muhrim, L131 19 255 Kondisi Fisik Tanah Pada Habitat Bambu (Gigantochloa atter) di Desa Poi Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi. Dibimbing Oleh Zulkaidah dan Rahmawati Sifat fisik tanah merupakan unsur lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap ketersedian air, udara tanah dan secara tidak langsung yang sangat berpengaruh terhadap ketersedian unsur hara bagi tanaman. Sifat ini juga mempengaruhui potensi tanah untuk dapat berproduksi secara maksimal. Sifat fisik tanah merupakan sifat tanah yang berhubungan dengan bentuk/kondisi tanah asli, yang termaksud diantaranya adalah permeabilitas, bulk density, porositas, tekstur tanah dan kadar air tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik tanah pada habitat bambu di desa poi kecamatan dolo selatan kabupaten sigi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2025, pengambilan sampel tanah dilakukan di areal habitat bambu dilahan rehabilitasi dan perkebunan, di Desa Poi Kecematan Dolo Selatan Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei lapangan untuk menentukan lokasi penelitian dan pengambilan sampel tanah dilakukan secara sengaja (Purposive sampling). Pengambilan sampel dilakukan di kedua lokasi dan sampel yang diambil ada 2 yaitu, sampel tanah utuh digunakan untuk menganalisis bulk density, permeabilitas,porositas tanah. Sedangkan untuk sampel tanah tidak utuh digunakan untuk menganalisis tekstur tanah dan kadar air tanah. Pengambilan sampel tanah untuk mengetahui sifat fisik tanah dilakukan dangan dua cara, yaitu pengambilan sampel tanah utuh dan tanah tidak utuh di dalam plot berukuran 20 m x 20 m yang masing masing di ambil dari kedalaman 0-20 cm di lokasi habitat bambu Desa Poi Kecematan Dolo Selatan Kabupaten Sigi. Analisis Kondisi fisik terhadap sampel tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Hasil penelitian ini menunjukkan Kondisi Fisik Tanah Pada Habitat Bambu Dilahan Konservasi dan Rehabilitasi memiliki tekstur tanah pasir berlempung (pasir 88,5?bu 7,5 % liat 4,4 %), permaebilitas tanah 28,27 cm/jam (sangat cepat), bulk density 1,29 g/cm³ (sedang), porositas tanah 41,45% (kurang baik), dan kadar air tanah lapangan 10,57%. Sedangkan pada lahan perkebunan dan pertanian memiliki tekstur tanah pasir (pasir 90,5 ?bu 8,1% liat 1,8%), permaebilitas tanah (cepat) 27,53 cm/jam, bulk density (berat) 1,57 g/cm³, Porositas tanah (jelek) 30,10?n kadar air lapangan 6,53%. |